Kabar Gembira! Pendaftaran Paskibraka Padang Panjang 2026 Diperpanjang, Saatnya Siswa Terbaik Unjuk Gigi
- Kominfo Padang Panjang
Padang – Kesempatan emas bagi pelajar SMA sederajat di Kota Padang Panjang untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka masih terbuka lebar.
Pemerintah Kota melalui BPBD Kesbangpol resmi mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran seleksi Calon Paskibraka tingkat kota tahun 2026 hingga 11 April mendatang.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Tingginya antusiasme siswa-siswi dari berbagai sekolah menengah, baik SMA, SMK, maupun MA, menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah untuk memberikan waktu tambahan bagi para calon patriot muda ini.
Plt. Kepala BPBD Kesbangpol, Dian Eka Purnama, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Hendri Arnis.
Semangatnya adalah inklusivitas; pemerintah ingin memastikan tidak ada pembatasan kuota kaku per sekolah, sehingga siapa pun yang merasa mampu bisa ikut berkompetisi.
“Kami ingin membuka pintu seluas-luasnya. Dengan perpanjangan ini, harapannya seluruh peserta yang berminat punya waktu cukup untuk mempersiapkan diri dan melengkapi berkas dengan lebih teliti,” ujar Dian Eka dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 8 April 2026.
Sebelumnya, pendaftaran telah dibuka sejak akhir Februari lalu melalui laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Namun, menyadari masih banyak siswa berbakat yang belum sempat merampungkan pendaftaran online, pemerintah memutuskan untuk menarik napas sedikit lebih panjang hingga pekan depan.
Proses seleksi ini memang tergolong ketat dan berjalan dalam durasi yang cukup lama, yakni hingga 24 April 2026.
Para calon peserta diwajibkan melewati gerbang administrasi digital dengan mengunggah berbagai dokumen penting sebagai syarat mutlak kelolosan tahap awal.
Beberapa dokumen yang harus disiapkan antara lain pas foto formal berlatar merah, surat izin dari kepala sekolah, serta restu tertulis dari orang tua.
Selain itu, kelengkapan data pribadi seperti kartu keluarga, rapor sekolah, hingga surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit pemerintah menjadi poin yang tak boleh terlewatkan.
Panitia juga mengingatkan agar setiap dokumen yang diunggah dipastikan dalam kondisi jelas dan terbaca.
Ketelitian dalam proses unggah ini sangat krusial, karena kesalahan kecil pada dokumen administrasi bisa menghambat langkah peserta menuju tahapan seleksi fisik dan ideologi selanjutnya.