Kunjungan Wisata Bukittinggi Naik Signifikan, PAD Lebaran 2026 Tembus Rp3,5 Miliar

Jambatan Limpapeh
Sumber :
  • Adriana Adie/VIVA Padang

Padang – Upaya pembenahan infrastruktur dan tata kelola kota yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan hasil yang gemilang. Sektor pariwisata menjadi bukti nyata keberhasilan tersebut dengan mencatatkan lonjakan angka kunjungan wisatawan yang berujung pada peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bayar Pajak di Padang Makin Praktis, Mobil Layanan Keliling Siap Jemput Bola

Berdasarkan data resmi dari Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, sebanyak 153.326 wisatawan memadati berbagai destinasi wisata berbayar di Kota Jam Gadang selama periode libur Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026 Masehi. Dari total kunjungan tersebut, Pemko Bukittinggi berhasil meraup PAD dari sektor retribusi sebesar Rp3.543.941.000,-.

Dominasi TMSBK sebagai Magnet Utama Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) masih menjadi primadona utama bagi pelancong. Terhitung sejak tanggal 21 hingga 29 Maret 2026, TMSBK mencatat kunjungan sebanyak 128 ribu orang dengan total perolehan retribusi mencapai Rp3,07 miliar. Angka ini mendominasi pendapatan sektor wisata Bukittinggi secara keseluruhan.

Gunakan Teknologi Sepablock, Pembangunan Huntap Mandiri di Padang Resmi Dimulai

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan

Photo :
  • Adriana Adie/VIVA Padang

Harga Tiket Pesawat Naik, Pemerintah Batasi Kenaikan Maksimal 13 Persen, Sektor Pariwisata Terancam

Selain TMSBK, objek wisata sejarah dan alam seperti Taman Panorama dan Lobang Jepang (TPLJ) juga memberikan kontribusi besar. Tercatat sebanyak 24,9 ribu kunjungan masuk ke area ini dengan raihan pendapatan retribusi sebesar Rp468 juta. Destinasi lainnya seperti Benteng Fort de Kock juga tetap menjadi tujuan favorit wisatawan keluarga.

Data menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten:

  • Tahun 2024: Mencatat 100.218 kunjungan dengan PAD sebesar Rp2,2 miliar.

  • Tahun 2025: Meningkat menjadi 129.524 kunjungan dengan pendapatan Rp2,9 miliar.

  • Tahun 2026: Mencapai puncak dengan 153.326 kunjungan dan pendapatan Rp3,5 miliar.

Peningkatan ini menjadi indikator bahwa wajah baru Bukittinggi, dengan fasilitas yang lebih tertata dan pelayanan yang lebih baik, semakin diminati oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pemerintah Kota menegaskan bahwa kenaikan PAD ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan fasilitas publik dan pemeliharaan objek wisata agar tetap kompetitif. Lonjakan wisatawan ini juga memberikan efek domino (multiplier effect) bagi pelaku UMKM, perhotelan, dan sektor transportasi di Bukittinggi.

Dengan capaian yang melampaui angka tahun-tahun sebelumnya, Pemko Bukittinggi optimis bahwa sektor pariwisata akan terus menjadi tulang punggung ekonomi kota. Pembenahan berkelanjutan di berbagai lini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ini di masa mendatang.