Protes Keras Cover Majalah Tempo, NasDem Sumbar Tuntut Permohonan Maaf Terbuka
- Humas Nasdem Sumbar
Padang – Eskalasi ketegangan antara partai politik dan media massa mencuat di Sumatera Barat.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat secara resmi menyatakan sikap keberatan terhadap visualisasi sampul (cover) Majalah Tempo edisi 12–17 April 2026.
Mereka menilai konten tersebut tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang beretika, berimbang, dan bertanggung jawab.
NasDem Sumbar memandang visualisasi dalam edisi tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat.
Mereka menuding media tersebut sengaja membangun framing yang tidak proporsional. Dampaknya, visual tersebut dinilai berpotensi merendahkan martabat tokoh bangsa, terutama Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di mata publik.
Sekretaris DPW NasDem Sumbar menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.
Namun, NasDem mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak bersifat absolut. Pers wajib menjalankan fungsinya dengan menjunjung tinggi kode etik profesionalitas serta tanggung jawab moral kepada publik.
Pihak partai berpendapat bahwa kritik seharusnya disampaikan berbasis data, fakta, dan substansi yang kuat.
Penggunaan pendekatan visual yang provokatif dinilai hanya akan menyesatkan opini masyarakat.
Jurnalisme diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga objektivitas dan keseimbangan informasi tanpa menjatuhkan martabat pihak tertentu.
Pernyataan sikap ini diklaim bukan sebagai bentuk antikritik dari pihak partai. NasDem Sumbar menyebut langkah ini adalah pengingat bagi industri media agar tetap berada dalam koridor etika.
Hal ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media sebagai institusi penyampai kebenaran.
Dalam tuntutan resminya, DPW NasDem Sumbar mendesak Majalah Tempo untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Permintaan maaf tersebut ditujukan langsung kepada Surya Paloh dan seluruh kader NasDem di seluruh Indonesia, baik melalui media cetak maupun platform daring resmi milik Tempo.
Tidak hanya menuntut permohonan maaf, NasDem Sumbar juga menempuh jalur formal. Mereka meminta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat untuk meneruskan keberatan resmi ini kepada Dewan Pers.
Langkah ini diambil sebagai upaya pengawasan terhadap praktik jurnalistik yang dinilai telah melanggar rambu-rambu etika profesi.
Partai Nasdem merasa bahwa narasi visual yang ditampilkan telah melukai perasaan para kader, khususnya di Sumatera Barat.