Tiga Bank Sampah Bersaing Ketat Rebut Gelar Terbaik di Padang Rancak Award 2026
- Diskominfo Kota Padang
Padang – Persaingan memperebutkan titel bank sampah terbaik dalam ajang Padang Rancak Award 2026 kini memasuki babak krusial.
Tiga nominator utama yang lolos ke tahap penilaian akhir tengah bersaing ketat untuk membuktikan inovasi dan efektivitas pengelolaan lingkungan di wilayah masing-masing.
Ketiga finalis tersebut adalah Bank Sampah Ampang Saiyo, Bank Sampah Pasie Nan Tigo, dan Bank Sampah Asy Syifa.
Salah seorang juri Padang Rancak Award 2026, Syaifuddin Islami, mengungkapkan bahwa setiap finalis memiliki karakteristik, kelebihan, serta tantangan yang berbeda.
Perbedaan mencolok terlihat dari profil usia pendirian hingga metode pendanaan yang digunakan untuk menjalankan operasional harian.
"Ketiganya berdiri di waktu yang berbeda. Unit yang paling senior atau tertua di antara para finalis ini adalah Bank Sampah Asy Syifa yang berlokasi di Gunung Pangilun," terang Syaifuddin dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 6 Mei 2026.
Selain faktor usia, model pembiayaan juga menjadi poin pengamatan juri. Diketahui, dua bank sampah beroperasi dengan dukungan penuh dari dana Corporate Social Responsibility (CSR), sementara satu unit lainnya murni bergerak secara mandiri tanpa sokongan dana perusahaan.
Bank Sampah Asy Syifa di Gunung Pangilun merupakan unit yang memilih jalur mandiri. Keberhasilan unit ini sangat bergantung pada tingkat partisipasi aktif masyarakat sekitar dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi barang bernilai ekonomi.
"Bank Sampah Asy Syifa memiliki keunggulan pada sistem penabungan sampah, pengelolaan organik melalui komposter, serta kreativitas daur ulang dari gelas plastik," jelas Syaifuddin.
Unit di Gunung Pangilun ini juga dinilai sukses menyebarkan pengaruhnya secara merata di tingkat kelurahan. Inovasi sedekah sampah dan pengolahan limbah di level dasawisma tumbuh subur berkat kepemimpinan Ketua RW setempat yang sangat proaktif.
Sementara itu, Bank Sampah Pasie Nan Tigo dan Bank Sampah Ampang Saiyo tercatat menerima kucuran bantuan dari CSR PLN.
Pasie Nan Tigo fokus pada sampah daur ulang yang diubah menjadi kerajinan tangan, dengan dukungan fasilitas dan modal yang cukup besar dari pihak swasta.
Di sisi lain, Bank Sampah Ampang Saiyo merupakan unit termuda yang seluruh fasilitas bangunan hingga armada bentornya didukung oleh bantuan CSR.