Kisah Mawardi MZ: Veteran TNI Berusia 86 Tahun, Haji Tertua Sumbar yang Berangkat Bersama Anak Menantu
- Diksominfo Padang
Padang – Sosok Mawardi MZ mencuri perhatian di antara ribuan jemaah haji asal Sumatera Barat tahun ini.
Meski telah menginjak usia 86 tahun, veteran TNI ini masih terlihat gagah dan tidak nampak ringkih saat bersiap bertolak ke Tanah Suci.
Semangatnya yang menyala menjadi bukti kekuatan fisik dan spiritual yang luar biasa.
Mawardi MZ tercatat sebagai jemaah haji tertua di Sumatera Barat pada musim haji kali ini. Keberangkatannya terasa kian istimewa karena ia tidak pergi seorang diri.
Jemaah yang tergabung dalam Kloter delapan asal Kota Padang ini didampingi oleh kedua anak dan menantunya, sehingga mereka berangkat dalam satu rombongan keluarga berjumlah empat orang.
"Alhamdulillah, kami berangkat berempat," ungkap Mawardi dikutip dari keterangannya, Rabu 6 Mei 2026.
Bagi warga Cengkeh, Kota Padang ini, perjalanan tersebut merupakan jawaban atas doa yang telah ia panjatkan sejak masa kecil untuk bisa menginjakkan kaki di Baitullah.
Pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Sersan Satu (Sertu) ini memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang.
Mawardi pernah bertugas cukup lama sebagai Babinsa di Palangki, Kabupaten Sijunjung. Selama bertugas di sana, ia memilih untuk tinggal di rumah warga ketimbang di asrama agar bisa memiliki ruang untuk bertani dan beternak.
Pengalaman hidup prihatin di masa lalu menjadi rahasia kekuatan fisiknya hingga hari ini. Mawardi MZ mengakui bahwa gaji TNI di masa lampau relatif kecil, sehingga ia harus menyambung hidup dengan berladang.
Aktivitas fisik yang rutin tersebut agaknya membuat tubuhnya tetap prima meski usia sudah hampir mendekati sembilan dekade.
Hingga saat ini, Mawardi masih mampu melakukan segala aktivitas secara mandiri. Menariknya, ia mengaku tidak pernah menggunakan telepon seluler dan tidak membutuhkan kacamata untuk melihat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir, tim medis menyatakan kondisi fisiknya masih sehat luar dan dalam untuk menjalankan rukun haji.
Mawardi mendaftar haji pada tahun 2020 melalui jalur pelimpahan kuota yang terbilang cepat. Seharusnya, sang istri yang dijadwalkan berangkat pada tahun 2025, namun istrinya telah berpulang ke Rahmatullah pada tahun 2024 lalu.