Sumbar Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah sebagai Motor Pertumbuhan Daerah

Istano Basa Pagaruyung
Sumber :
  • Adriana Adie / VIVA Padang

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi. Langkah strategis ini diambil sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

img_title Sestama BNPB dan Wali Kota Pariaman Serahkan Huntap Mandiri Sepablock untuk Korban Bencana

"Sumbar terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di Kota Padang, Senin.

Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat dalam pengembangan ekonomi syariah. Karakter sosial masyarakat Minangkabau yang memegang teguh falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dinilai sangat selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah.

img_title Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah di Padang Panjang Diserbu Pembeli

"Sumbar punya modal kuat menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan baru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini yang perlu kita optimalkan ke depannya," tegas Gubernur.

Saat ini, perkembangan sektor riil berbasis halal di Ranah Minang menunjukkan tren positif. Mulai dari kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga pengelolaan zakat produktif telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.

img_title Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman Sukses Putar Roda Ekonomi Daerah

Meski demikian, Mahyeldi mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang harus segera diselesaikan. Salah satunya adalah rendahnya literasi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Selain itu, integrasi antara industri halal dan sektor keuangan syariah dinilai belum berjalan secara optimal.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan pengembangan ekonomi syariah secara kolaboratif. Penguatan ekosistem ini wajib melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

"Ekonomi syariah harus hadir sebagai kekuatan dan solusi nyata untuk membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Gubernur berharap, berbagai agenda daerah seperti DAUN Syariah Festival mampu memperluas literasi dan inklusi ekonomi syariah. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Momentum ini sekaligus mempertegas posisi Sumbar sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis budaya dan inovasi digital.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyatakan bahwa ekonomi dan keuangan syariah telah menjelma menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title