Jalan Abai-Sungai Dareh Rusak Parah, Bupati Solok Selatan Tagih Janji Rp250 Miliar ke Pemprov

Bupati Solsel, Kahirunas
Sumber :
  • Kominfo Solsel

Padang – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mendesak percepatan pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan ruas Abai di Kecamatan Sangir Batang Hari dengan Sungai Dareh di Kabupaten Dharmasraya

img_title Sah, Solok Selatan dan BBTNKS Sepakati Pengembangan Wisata Pendakian Gunung Kerinci

Usulan prioritas ini kembali ditegaskan dalam audiensi percepatan pembangunan infrastruktur kewenangan Provinsi Sumatera Barat tahun anggaran 2026/2027 di Istana Gubernur, pada Selasa kemarin.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, mengungkapkan bahwa kondisi jalur penghubung antar-kabupaten tersebut saat ini sudah sangat parah dan memprihatinkan.

img_title Viral Supir Truk Antre Solar di SPBU Dharmasraya, Kaget Ditagih Uang Parkir oleh Dishub

Mengingat statusnya sebagai jalan provinsi, Khairunas meminta Pemprov Sumbar untuk segera mengusulkan perbaikan jalan Abai-Sungai Dareh melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) ke pemerintah pusat.

Menurut Khairunas, jalur ini merupakan urat nadi perekonomian yang menjadi tumpuan mobilitas utama bagi warga di lima nagari.

img_title Koperasi Tani Bangun Pagi hingga Bina Sejahtera Sabet Penghargaan Koperasi Terbaik di Solok Selatan

Karena keterbatasan APBD provinsi, ia menilai pemanfaatan dana pusat melalui konsep IJD menjadi jalan keluar paling realistis untuk merealisasikan perbaikan yang sebelumnya telah dijanjikan tersebut.

Menanggapi desakan itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, yang mewakili Gubernur, menyambut baik usulan dari Pemkab Solok Selatan.

Arry menegaskan komitmen provinsi untuk memperbaiki jalur tersebut dan langsung memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti usulan tertulis dari Bupati Solok Selatan.

Sementara itu, Kepala Baperida Solok Selatan, Diary Haes, menjelaskan dari sekian banyak usulan infrastruktur provincial, ruas Abai-Sungai Dareh menjadi prioritas paling mendesak. Berdasarkan data teknis, jalan sepanjang 49,34 kilometer tersebut saat ini berada dalam kondisi yang sangat tidak mantap dan sulit dilalui kendaraan secara normal.

Selain jalur utama itu, Pemkab Solok Selatan juga melaporkan kerusakan di dua ruas jalan provinsi lainnya. Di antaranya adalah ruas Lubuk Malako-Abai sepanjang 17 kilometer dengan kerusakan terpantau di 2,8 kilometer, serta ruas Padang Aro-Lubuk Malako sepanjang 20 kilometer dengan titik rusak mencapai 1,7 kilometer.

Diary menambahkan, kendala di ketiga ruas jalan tersebut tidak hanya berupa permukaan jalan yang rusak, tetapi juga lebar badan jalan yang sempit karena hanya berukuran empat meter. Terkait ruas Abai-Sungai Dareh, pemerintah kabupaten kembali menagih komitmen dana senilai Rp250 miliar yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak provinsi.

Halaman Selanjutnya
img_title