Pasokan Terganggu Cuaca, Harga Cabai dan Bawang Putih di Padang Panjang Merangkak Naik
- pixabay
Padang – Dinamika harga komoditas pangan di pasar domestik terus bergerak fluktuatif menjelang akhir bulan ini.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan pada Minggu III Juni 2026, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Padang Panjang mencatat adanya tren kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas dapur utama, seperti cabai hijau, cabai merah, dan bawang putih.
Kenaikan harga pada kelompok komoditas cabai hijau dan cabai merah tersebut diketahui sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem.
Tingginya intensitas curah hujan di sejumlah daerah penyuplai dalam beberapa pekan terakhir terbukti menghambat masa panen petani, menurunkan kualitas hasil produksi, hingga mengganggu kelancaran jalur distribusi logistik menuju Kota Padang Panjang.
Sementara itu, untuk komoditas bawang putih, lonjakan harga yang terjadi di pasar tradisional dipicu oleh faktor makroekonomi yang berada di luar daerah.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional impor, mengingat sebagian besar pasokan bawang putih nasional masih bergantung pada skema belanja luar negeri.
Di sisi lain, masyarakat Padang Panjang sedikit bernapas lega karena beberapa barang kebutuhan pokok lainnya justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Komoditas yang harganya bergerak turun tersebut di antaranya adalah daging ayam broiler, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah, seledri, minyak goreng kemasan premium, serta buah jeruk.
Penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan ini didorong oleh melimpahnya pasokan dari berbagai daerah sentra produksi yang sedang memasuki masa panen raya.
Melimpahnya stok di tingkat pedagang ini membuat kebutuhan pasar tetap terpenuhi dengan baik, sehingga hukum pasar secara otomatis menarik kurva harga ke titik yang lebih rendah dan terjangkau.
Menyikapi perkembangan dinamika harga tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam.
Pihaknya berjanji akan terus melakukan pemantauan ketat secara harian terhadap pergerakan harga bahan pokok di pasar, khususnya komoditas pangan yang memiliki andil besar dalam memicu inflasi daerah.