Wako Padang Panjang Sebut Pembangunan Kesehatan Jadi Investasi Jangka Panjang
- pixabay
Padang – Pemerintah Kota Padang Panjang terus mematangkan strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa pembangunan bidang kesehatan pada hakikatnya merupakan bentuk investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta roda keberhasilan pembangunan daerah.
Hendri Arnis menyampaikan pandangannya mengenai esensi dari sebuah kemajuan daerah. Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak boleh hanya diukur secara kaku dari pertumbuhan ekonomi makro atau masifnya pembangunan fisik infrastruktur semata.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga masyarakat agar tetap sehat, produktif, dan terlindungi dari berbagai ancaman penyakit," ujar Hendri Arnis dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 24 Juni 2026
Ia menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di era modern tidak lagi bisa dilakukan secara terisolasi oleh sektor kesehatan saja.
Langkah ini menuntut adanya komitmen kerja sama dan kolaborasi multisektor yang kuat, terarah, dan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders).
Hendri merinci, sinergi tersebut harus melibatkan seluruh unsur mulai dari birokrasi pemerintahan, dunia pendidikan, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, hingga partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh nakes dan peserta rapat untuk terus mengedepankan pendekatan promotif dan preventif secara konsisten.
Langkah preventif ini dinilai sangat sejalan dengan semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat tangguh dan berdaya saing tinggi.
Rakontek P2P ini diharapkan menjadi momentum emas untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis di lapangan, sekaligus merumuskan solusi yang inovatif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.
Setiap peserta pun dituntut agar mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di unit kerja masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, dr. Sonya Themiarto, menambahkan bahwa hasil dari rakontek ini nantinya akan dibukukan sebagai pedoman resmi teknis di lapangan.