Garda Terdepan Stunting, TP PKK Padang Panjang Minta Kader Dasawisma Gencar Edukasi Seribu HPK
- Dok. Kemendagri
Padang – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Padang Panjang terus memperkuat kapasitas kader PKK dan Posyandu di tingkat kelurahan.
Langkah ini diambil karena para kader dinilai menjadi ujung tombak krusial dalam mengedukasi masyarakat guna mempercepat penurunan angka stunting.
Pentingnya penguatan kapasitas eksekutor lapangan tersebut ditegaskan oleh Ketua TP PKK Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri.
Kegiatan intervensi edukasi ini melibatkan jajaran kader PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga kelompok ibu yang memiliki anak balita.
Fokus utama agenda diarahkan pada peningkatan pemahaman mendasar mengenai bahaya stunting sejak usia dini.
Dalam paparannya, Maria Feronika menyatakan bahwa stunting merupakan ancaman serius yang penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial.
Dibutuhkan kolaborasi terstruktur yang mengikat instansi pemerintah, tenaga kesehatan, kelompok kader, dan masyarakat luas.
TP PKK sendiri memosisikan diri sebagai mitra strategis yang mendampingi unit keluarga secara langsung.
Intervensi difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu pemenuhan gizi seimbang, perbaikan pola asuh (parenting), serta pemantauan kesehatan ibu dan anak.
Lebih lanjut, Maria menekankan bahwa efektivitas program ini sangat bergantung pada keaktifan kader hingga tingkat Dasawisma.
Kelompok terkecil ini bersentuhan langsung dengan aktivitas harian warga, sehingga menjadi garda terdepan untuk menyampaikan pesan-pesan kunci kesehatan.
Materi krusial yang wajib dikuasai oleh kader dan disampaikan ke masyarakat di antaranya adalah urgensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, kampanye pemberian ASI eksklusif dan pemanfaatan layanan Posyandu secara berkala juga terus didorong.
"Peran ibu dalam keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. Kami berharap seluruh kader dapat bertindak sebagai agen perubahan yang secara konsisten mengedukasi lingkungan sekitarnya," ujar Maria Feronika.
Selain penyampaian materi teoritis, agenda sosialisasi ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab klinis terkait hambatan pengasuhan di lapangan.
Peserta diberikan panduan taktis mengenai metode pemantauan tumbuh kembang balita secara mandiri.
Melalui konsolidasi ini, TP PKK Kota Padang Panjang berharap pola sinergi lintas sektor di tingkat kelurahan dapat berjalan lebih berkelanjutan. Muara akhir dari program ini adalah lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas bebas stunting.