Gubernur Mahyeldi Desak Percepatan Aturan Turunan Perda Ketahanan Keluarga
- Humas Pemprov Sumbar
Padang – Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga.
Regulasi ini dinilai krusial sebagai fondasi utama dalam mewujudkan target nasional Generasi Emas 2045.
Mahyeldi menekankan bahwa kepemilikan Perda Ketahanan Keluarga merupakan bentuk komitmen makro pemerintah daerah.
Namun, regulasi tersebut wajib segera ditindaklanjuti dengan aturan turunan operasional agar manfaatnya langsung menyentuh masyarakat di tingkat tapak.
"Kita sudah memiliki Perda Ketahanan Keluarga, sekarang yang diperlukan adalah implementasi maksimal. Jangan sampai regulasi hanya menjadi dokumen, sementara persoalan dalam keluarga di tengah masyarakat terus meningkat," kata Mahyeldi dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 1 Juli 2026.
Secara spesifik, Mahyeldi menyoroti masih tingginya angka perceraian di Sumatra Barat sebagai indikator rapuhnya benteng domestik saat ini.
Masalah tersebut menjadi sinyal bahwa program penguatan kualitas keluarga membutuhkan intervensi serius dan terukur.
Guna mengatasi fenomena sosial itu, Gubernur menginstruksikan Dinas P3AP2KB Sumbar dan BKKBN untuk bergerak cepat.
Kedua instansi tersebut diperintahkan segera menuntaskan penyusunan seluruh draf aturan teknis sebagai legalitas pelaksanaan program lapangan.
Dalam arahannya, fungsi keluarga diposisikan sebagai struktur utama pelindung generasi muda dari infiltrasi dampak negatif globalisasi.
Ketahanan domestik yang kokoh diyakini mampu membentengi remaja dari bahaya pergaulan bebas, narkoba, hingga perilaku menyimpang.
Selain aspek proteksi, Pemprov Sumbar juga mendorong perluasan jangkauan pendidikan keluarga sejak dini.
Pembekalan mengenai manajemen rumah tangga diwacanakan tidak hanya diberikan menjelang pernikahan, melainkan mulai dikenalkan kepada kelompok pelajar dan mahasiswa.
Untuk merealisasikannya, Mahyeldi mengajak institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh lintas agama untuk memperkuat internalisasi nilai karakter.
Sinergi ini ditargetkan mampu melahirkan generasi muda Sumatra Barat yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Usai pelaksanaan upacara, Gubernur menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang ASN Model Ketahanan Keluarga di lingkungan Pemprov Sumbar.
Penghargaan ini menjadi instrumen apresiasi bagi aparatur negara yang dinilai mampu menjadi contoh riil dalam membangun keluarga harmonis.