KUA-PPAS 2027 Sumbar Resmi Diajukan: Targetkan Pemulihan Pasca-Bencana dan Penguatan PAD
- Humas Sumbar
Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, resmi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Sumbar dalam rapat paripurna di ruang sidang utama, Senin senin kemarin.
Dokumen ini menjadi pedoman arah kebijakan fiskal daerah yang difokuskan untuk mempercepat transformasi ekonomi, memperkuat inklusi sosial, serta menjaga ketahanan pangan di ranah Minang.
Penyusunan KUA-PPAS 2027 tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian daerah yang masih menghadapi tantangan berat pasca-pandemi dan perlambatan global.
Berdasarkan data makro, pada tahun 2025 lalu pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumbar tercatat sebesar 3,37 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat menyentuh angka 4,36 persen.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh tekanan ekonomi makro secara global dan nasional, serta terjadinya serangkaian bencana alam beruntun di wilayah Sumbar.
Bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem secara langsung mengganggu aktivitas produksi, jalur distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat, khususnya pada sektor pertanian, perdagangan, dan transportasi.
Meskipun pertumbuhan ekonomi melambat akibat faktor alam, berbagai indikator pembangunan sosial di Sumatera Barat justru menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Tingkat kemiskinan makro di Sumbar berhasil ditekan dari angka 5,97 persen menjadi 5,31 persen, atau setara dengan berkurangnya beban kemiskinan bagi lebih dari 33 ribu jiwa masyarakat.
Selain penurunan angka kemiskinan, Indeks Gini Rasio Sumbar juga membaik menjadi 0,280, diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun ke angka 5,52 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat terus meningkat hingga mencapai angka 77,27, yang memposisikan daerah ini tetap berada di atas rata-rata capaian IPM nasional.
Keberhasilan capaian sosial tersebut diklaim sebagai buah dari ketepatan sasaran program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dijalankan secara sinergis.
Kebijakan jaring pengaman sosial yang dieksekusi bersama dinilai sangat efektif dalam menjaga daya tahan serta stabilitas ekonomi rumah tangga di tingkat tapak menghadapi inflasi.
Untuk melanjutkan tren positif tersebut, tema pembangunan Sumbar yang diusung dalam KUA-PPAS tahun 2027 adalah “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial, dan Ketahanan Pangan.