Marak Kasus Bunuh Diri dan Gangguan Remaja, Gubernur Sumbar Minta Isu Kesehatan Mental Ditangani Serius
- Istimewa
Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengingatkan bahwa maraknya kasus bunuh diri hingga gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja merupakan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, persoalan ini harus ditangani secara serius dan lintas sektor agar tidak menghambat pencapaian target Indonesia Emas 2045.
Mahyeldi menyoroti pergeseran tren gangguan mental yang kini mulai menyasar usia sekolah dasar, mulai dari kasus pengakhiran hidup secara mandiri, gangguan konsentrasi belajar, hingga penyimpangan perilaku.
Fenomena ini dinilai sebagai alarm bahaya yang membutuhkan penanganan medis dan penjangkauan preventif yang lebih masif.
Guna menekan angka kasus tersebut kata Mahyeldi, Pemprov Sumbar mendorong Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) untuk memperluas jangkauan akses layanan kesehatan jiwa hingga ke pelosok nagari.
"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi kedokteran demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor kesehatan,"kata Mahyeldi dikutip dari keterangan tertulis, Senin 20 Juli 2026.
Selain penguatan fasilitas kesehatan, Mahyeldi juga mengapresiasi semangat pengabdian para dokter di Sumbar yang konsisten turun ke desa-desa.
Kehadiran dokter spesialis di tingkat tapak dinilai sangat membantu masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis kejiwaan.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur turut mengajak PDSKJI Sumbar untuk aktif memboyong kegiatan dan agenda ilmiah berskala nasional ke Ranah Minang.
Poin ini dinilai strategis karena berpotensi mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. Roni Eka Sahputra, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh perhimpunan dokter spesialis di bawah satu koordinasi.
Langkah terpadu ini krusial untuk merespons tantangan kesehatan mental di Sumbar yang kian kompleks.
Selain penanganan kasus harian, dr. Roni menegaskan bahwa peran dokter jiwa sangat vital dalam respons pascabencana.
Tim PDSKJI dinilai selalu berada di garis terdepan dalam memberikan pendampingan serta pemulihan trauma (trauma healing) bagi masyarakat terdampak bencana alam.
Dukungan senada disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika.