Dedi Mulyadi: Kekayaan Budaya Minangkabau Adalah Aset Ekonomi Luar Biasa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • KDM Channel

Padang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) untuk memperkuat identitas budaya sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kekayaan budaya Minangkabau bukan sekadar warisan sejarah, melainkan aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru.

img_title Tabia Minangkabau: Jejak Keindahan, Adat, dan Kehormatan

Hal tersebut ditegaskan Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Sumatera Barat. Acara tersebut berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) pada Sabtu (18/7/2026).

Dalam pidatonya, Dedi menilai bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki modal sosial dan akar budaya yang sangat kuat. Namun, ia mengingatkan bahwa potensi besar tersebut tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya intervensi kebijakan yang berpihak pada pelestarian lokal.

img_title Sipak Rago, Permainan Tradisional Minangkabau yang Menyimpan Sejarah, Mitos, dan Kebersamaan

"Sumatera Barat memiliki modal budaya yang sangat kuat. Kekuatan tersebut perlu terus diperkuat melalui kebijakan konkret yang menjaga identitas daerah, agar tidak tergerus oleh arus modernisasi," ujar Dedi di hadapan ratusan kader dan alumni KAHMI.

Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menyoroti sektor pariwisata sebagai hilirisasi paling potensial dari pelestarian budaya. Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya mencari keindahan alam, melainkan pengalaman autentik dari tradisi dan budaya lokal suatu daerah.

img_title Cara bikin Karupuak Leak, Kerupuk Bersiram Kuah yang Jadi Jajanan Legendaris Minang

Dedi optimistis, jika Pemprov Sumbar fokus mengintegrasikan nilai-nilai kebudayaan Minangkabau ke dalam blueprint pembangunan dan tata kota, sektor pariwisata daerah akan tumbuh pesat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum Muswil KAHMI VII ini, Dedi juga berharap para akademisi, tokoh masyarakat, dan alumni HMI di Sumatera Barat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk merumuskan regulasi yang mampu memayungi kelestarian adat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.