Menikmati Sala Lauak Ulakan, Kuliner Tradisional di Jalur Wisata Religi Syekh Burhanuddin
- x.com
Padang – Perjalanan wisata ke Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, tidak hanya menawarkan jejak sejarah dan wisata religi.
Kawasan ini juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang menarik untuk dicicipi, salah satunya sala lauak.
Gorengan berbentuk bulat dengan cita rasa gurih ini menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang melengkapi perjalanan wisatawan di kawasan Ulakan.
Sala lauak dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan bumbu rempah dan ikan asin atau ikan teri.
Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil dan digoreng hingga berwarna keemasan.
Bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalamnya cenderung lembut dengan aroma rempah yang khas.
Cita rasa sala lauak tidak lepas dari penggunaan bumbu seperti kunyit, cabai, bawang, dan daun kunyit.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa gurih dan sedikit pedas dengan aroma rempah yang kuat.
Kesederhanaan bahan justru menjadi daya tarik tersendiri karena mencerminkan karakter kuliner masyarakat pesisir Padang Pariaman.
Bagi wisatawan, sala lauak dapat menjadi pilihan kudapan saat menjelajahi kawasan Ulakan. Makanan ini nikmat disantap selagi hangat, baik sebagai camilan maupun pendamping hidangan lain.
Sala lauak juga kerap dinikmati bersama lontong sayur, sehingga wisatawan dapat merasakan perpaduan beberapa cita rasa khas kuliner Minangkabau dalam satu kesempatan.
Daya tarik kuliner tersebut semakin menarik karena Ulakan dikenal sebagai kawasan yang memiliki hubungan kuat dengan perjalanan sejarah Islam di Sumatra Barat.
Salah satu tujuan yang banyak dikunjungi adalah kawasan makam Syekh Burhanuddin, ulama yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam dan tradisi keagamaan di Minangkabau.
Kompleks makamnya menjadi salah satu tujuan wisata religi yang ramai didatangi peziarah.
Kunjungan ke makam Syekh Burhanuddin umumnya menjadi bagian dari perjalanan spiritual sekaligus wisata sejarah dan budaya.
Peziarah datang untuk berdoa dan mengenang perjuangan tokoh agama tersebut.
Suasana religius yang berpadu dengan tradisi masyarakat setempat membuat kawasan Ulakan memiliki karakter wisata yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di Sumatra Barat.
Potensi wisata religi dan kuliner di Ulakan sebenarnya dapat saling melengkapi.