Karak Kaliang, Camilan Ikonik Minangkabau Berbentuk Angka Delapan
- tokopedia
Padang – Karak kaliang merupakan salah satu camilan tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat, yang dikenal luas karena bentuknya menyerupai angka delapan.
Berwarna kuning dengan tekstur renyah dan cita rasa gurih, makanan ringan ini menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang kerap dibawa pulang wisatawan setelah berkunjung ke Ranah Minang.
Keunikan karak kaliang tidak hanya terlihat dari bentuknya yang khas. Camilan ini juga memiliki cita rasa gurih dengan aroma bumbu yang cukup kuat.
Dalam versi tradisionalnya, karak kaliang dibuat menggunakan singkong yang diparut, kemudian dicampur dengan sejumlah bumbu sebelum dibentuk memanjang dan disatukan menyerupai angka delapan.
Bahan utama karak kaliang singkong relatif sederhana. Singkong yang telah diparut dicampur dengan bawang putih, kunyit, dan garam hingga menjadi adonan.
Kunyit memberikan warna kuning yang menjadi ciri khas makanan ini, sedangkan bawang putih dan garam memberikan rasa gurih. Adonan kemudian dibentuk sesuai karakter karak kaliang dan digoreng hingga kering.
Selain varian singkong, masyarakat juga mengenal karak kaliang talua atau karak kaliang telur.
Varian ini menggunakan tepung ketan atau pulut dan telur ayam sebagai bahan utama. Penggunaan bahan yang berbeda menghasilkan tekstur yang tidak sama dengan karak kaliang singkong, yakni cenderung lebih empuk, renyah, dan mudah lumer ketika dikunyah.
Karak kaliang juga berkembang dalam berbagai bentuk dan cita rasa di sejumlah daerah Sumatera Barat.
Salah satunya adalah karak kaliang yang dikenal di kawasan Sianok dan Sungai Jariang, Agam. Setiap produsen dapat memiliki cara pengolahan tersendiri sehingga menghasilkan karakter rasa yang berbeda.
Beberapa produk bahkan memiliki sentuhan rasa sedikit asam yang menjadi kekhasan tersendiri.
Di balik namanya, karak kaliang juga menyimpan cerita yang berkembang dalam sejarah lisan masyarakat Minangkabau.
Istilah kaliang dalam cerita lokal dikaitkan dengan sebutan terhadap orang berkulit gelap, termasuk pedagang keturunan India atau Tamil yang dahulu beraktivitas di pasar-pasar tradisional Minangkabau.
Interaksi masyarakat dengan para pedagang tersebut kemudian disebut sebagai salah satu latar belakang munculnya nama kaliang.
Sementara itu, kata karak berkaitan dengan istilah yang merujuk pada kerak atau sesuatu yang memiliki tekstur keras dan garing.