Lamang Baka Daun, Ketan Gurih Minangkabau yang Harum Dibakar dalam Balutan Daun Pisang
- yummy app
Padang – Kuliner tradisional Minangkabau tidak hanya dikenal melalui rendang dan aneka masakan berbumbu kuat.
Di ranah penganan, terdapat pula lamang baka daun, sajian berbahan dasar beras ketan yang dimasak bersama santan, kemudian dibungkus rapat menggunakan daun pisang sebelum dibakar hingga matang.
Berbeda dengan lamang yang umumnya dimasak menggunakan ruas bambu, lamang baka daun dibuat tanpa cetakan bambu.
Ketan yang telah dicampur santan dibungkus langsung menggunakan daun pisang yang telah dilayukan.
Cara tersebut membuat proses pembuatannya lebih sederhana sekaligus menghasilkan karakter aroma dan cita rasa yang khas.
Bahan utama lamang baka daun terbilang sederhana. Beras ketan putih atau ketan hitam menjadi bahan pokok yang kemudian dipadukan dengan santan kental, garam, dan daun pandan.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa gurih dengan aroma pandan yang berpadu dengan wangi khas daun pisang setelah terkena panas.
Daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus biasanya berasal dari daun pisang batu atau kepok.
Sebelum digunakan, daun dilayukan terlebih dahulu agar lebih lentur dan tidak mudah robek ketika dilipat.
Ketan kemudian diletakkan di atas daun, dibentuk memanjang, lalu dipadatkan sebelum kedua ujung bungkus dikunci.
Proses memasak menjadi bagian penting dalam menentukan karakter lamang baka daun.
Beras ketan terlebih dahulu dikukus hingga setengah matang.
Setelah itu, ketan dicampur dengan santan yang telah dididihkan bersama garam hingga cairan santan meresap ke dalam butiran ketan.
Ketan yang sudah menyerap santan selanjutnya dibungkus menggunakan daun pisang.
Bungkus dibuat cukup rapat agar ketan tetap padat selama proses pemanggangan.
Ukuran setiap bungkus dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk sajian keluarga maupun penganan dalam acara tertentu.
Setelah dibungkus, lamang dipanggang di atas bara api hingga matang.
Dalam pembuatan rumahan, proses tersebut juga dapat dilakukan menggunakan teflon atau alat pemanggang sederhana. Panas membuat daun pisang mengering dan sedikit terbakar di bagian luar, sementara bagian dalam tetap mempertahankan tekstur ketan yang kenyal.
Aroma menjadi salah satu daya tarik utama lamang baka daun. Ketika daun pisang terkena panas, muncul aroma khas yang meresap ke dalam makanan.