Wujudkan Program Satu Rumah Satu Industri, Wako Yota Balad Salurkan Bantuan Batik dan Rajutan ke 45 Pengrajin Lokal

Wali Kota Pariaman, Yota Balad salurkan Bantuan Paket Usaha Batik dan Rajutan kepada 45 pengrajin lokal bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota, S
Sumber :
  • Kominfo Kota Pariaman

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman terus berkomitmen memperkuat fondasi perekonomian masyarakat berbasis industri rumah tangga. Hal ini dibuktikan melalui penyerahan bantuan paket usaha batik dan rajutan oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, kepada 45 pengrajin lokal yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Walikota, Senin (10/8/2026).

img_title Perjuangan Bocah 9 Tahun Lawan Komplikasi Jantung, Andre Rosiade Ulurkan Bantuan Operasional RS

Para penerima bantuan tersebut merupakan peserta yang sebelumnya telah menyelesaikan program pelatihan teknis dari Pemko Pariaman. Rincian penerima terdiri dari 20 orang alumni pelatihan batik cap serta 25 orang alumni pelatihan kerajinan rajutan. Bantuan sarana dan prasarana ini diserahkan langsung untuk mendukung modal awal operasional para pengrajin.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyatakan bahwa penyerahan fasilitas pendukung usaha ini merupakan bentuk implementasi nyata dari janji politik serta visi pembangunan daerah.

img_title Bantu Pengoperasian Masjid Raudhatul Ulum, Andre Rosiade Gelontorkan Bantuan Sarana Ibadah

"Hari ini kita menyerahkan bantuan paket usaha batik dan rajutan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan beberapa minggu yang lalu. Bantuan ini adalah implementasi dari Program Unggulan kami, Wali Kota Pariaman bersama Wakil Wali Kota Pariaman, yakni Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Kita berharap bantuan usaha ini dapat berkesinambungan dan ada manfaatnya untuk menambah perekonomian keluarga," ujar Yota Balad.

Lebih lanjut, Yota Balad menekankan bahwa Program Unggulan (Progul) Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga didesain bukan hanya untuk mendorong partisipasi warga dalam kegiatan produksi harian, melainkan juga membekali mereka dengan kemampuan menjaga keberlangsungan bisnis secara jangka panjang.

img_title SISSCa 2026: Panggung Songket Silungkang Mendunia dan Penggerak Ekonomi Kreatif Sawahlunto

Pemko Pariaman menaruh harapan besar agar para pengrajin tidak berhenti pada taraf hobi semata, tetapi mampu melangkah lebih jauh menjadi wirausahawan yang kompetitif di pasar nasional maupun regional.

"Kita menginginkan bantuan dan ilmu yang diberikan hari ini tidak hanya sebagai hobi, melainkan bertransformasi menjadi unit UMKM mandiri yang bernilai jual tinggi. Melalui kehadiran produk batik cap khas Kota Pariaman dan kerajinan rajutan yang modis, kita optimis dapat memperkaya portofolio oleh-oleh kreatif sekaligus memperkuat struktur industri rumahan lokal," tambahnya.

Guna memastikan bantuan alat dan bahan tersebut berdampak signifikan, Pemko Pariaman memastikan sektor pendampingan akan berjalan secara konsisten. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop dan UKM) Kota Pariaman ditugaskan mengawal ketat pengrajin mulai dari tata kelola produksi hingga aspek manajemen usaha.

Halaman Selanjutnya
img_title