Bungo Lado Pariaman, Tradisi Pohon Uang yang Menjadi Simbol Gotong Royong dan Syiar Maulid Nabi
- analisakini.id
Padang – Bungo Lado merupakan salah satu tradisi budaya dan keagamaan yang masih lestari di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Tradisi ini hadir dalam bentuk pohon hias yang dirangkai menggunakan uang kertas berbagai pecahan, lalu dipamerkan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Keunikan bentuk dan maknanya menjadikan Bungo Lado sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Minangkabau.
Nama Bungo Lado secara harfiah berarti bunga cabai. Meski demikian, tradisi ini tidak menggunakan cabai sebagai unsur utama, melainkan rangkaian uang kertas, kertas warna-warni, dan ornamen dekoratif yang disusun menyerupai bunga.
Pohon hias tersebut dibuat dari batang kayu atau bambu, kemudian dihias dengan penuh ketelitian oleh masyarakat setempat.
Bungo Lado bukan sekadar dekorasi dalam perayaan Maulid Nabi. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Masyarakat secara sukarela menyumbangkan uang untuk dirangkai menjadi Bungo Lado, sehingga setiap pohon yang dibuat mencerminkan partisipasi kolektif warga.
Tradisi ini erat kaitannya dengan budaya badoncek, yaitu kebiasaan masyarakat Minangkabau mengumpulkan dana secara gotong royong untuk kepentingan bersama.
Melalui Bungo Lado, dana yang terkumpul biasanya disalurkan untuk pembangunan dan perawatan masjid, surau, madrasah, serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan di nagari.
Peringatan Maulid Nabi di Pariaman biasanya berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan salawat, pengajian, makan bajamba, hingga arak-arakan Bungo Lado.
Pohon-pohon uang tersebut dibawa secara bersama-sama menuju masjid atau lokasi perayaan, sehingga menciptakan suasana religius yang dipadukan dengan kekayaan tradisi lokal.
Setiap jorong atau kelompok masyarakat sering kali memiliki cara tersendiri dalam merangkai Bungo Lado.
Kreativitas dalam menyusun uang kertas, bentuk bunga, serta ornamen tambahan menjadi daya tarik tersendiri.
Tidak jarang, rangkaian Bungo Lado dibuat dengan desain yang megah dan artistik sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Selain memiliki nilai religius, Bungo Lado juga mengandung makna sosial yang sangat kuat.
Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, membantu fasilitas ibadah, dan mempererat hubungan antarmasyarakat.