Kunjungi L'île Chocolate di Padang, Menteri Ekraf Puji Inovasi Produk Kakao Berbasis Potensi Lokal

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengunjungi L’île Chocolate Factory Outlet Padang
Sumber :
  • Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

Padang – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melaksanakan kunjungan kerja ke L’île Chocolate Factory Outlet, Museum & Cafe di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (9/8). Agenda utama kunjungan ini adalah mengakselerasi pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal melalui penguatan fasilitas pengolahan, inovasi subsektor kuliner, serta perluasan rantai pasok daerah.

img_title Perjuangan Bocah 9 Tahun Lawan Komplikasi Jantung, Andre Rosiade Ulurkan Bantuan Operasional RS

Setibanya di lokasi, Menteri Ekraf didampingi jajaran meninjau langsung area museum dan galeri yang memperkenalkan sejarah serta seluk-beluk kakao Nusantara beserta produk olahannya. Selain itu, ia juga melihat dari dekat proses pembuatan berbagai varian produk cokelat berkualitas tinggi yang dikembangkan oleh tempat tersebut.

L’île Chocolate dikenal konsisten menerapkan konsep tree-to-bar craft chocolate. Mereka memanfaatkan kekayaan biji kakao lokal asal Sumatera, mengolahnya dari tahap hulu hingga hilir secara mandiri untuk menghasilkan produk cokelat bernilai tambah tinggi.

img_title SISSCa 2026: Panggung Songket Silungkang Mendunia dan Penggerak Ekonomi Kreatif Sawahlunto

Dalam keterangannya, Teuku Riefky mengapresiasi langkah inovatif yang dihadirkan oleh pelaku usaha lokal tersebut. Menurutnya, pemanfaatan bahan baku daerah yang diolah secara kreatif mampu memberikan identitas yang kuat bagi produk nasional.

“Kita melihat bagaimana kekayaan bahan baku lokal, khususnya kakao, dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah dan identitas yang kuat. Model seperti ini penting karena ekonomi kreatif bukan hanya berbicara tentang produk akhirnya, tetapi bagaimana potensi daerah diolah melalui kreativitas dan inovasi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih besar,” ujar Teuku Riefky.

img_title Mengenal Lebih Dekat Ragam Makanan Favorit Upin dan Ipin serta Keluarga

Tidak hanya berfokus pada produksi komersial, L’île Chocolate turut mendirikan museum kakao sebagai pusat edukasi publik. Fasilitas ini dirancang untuk mengenalkan perjalanan panjang pengolahan kakao dan cokelat kepada masyarakat luas, pelajar, hingga wisatawan. Inisiatif ini dinilai berhasil memadukan unsur edukasi, wisata, dan kuliner dalam satu ekosistem kreatif yang terpadu.

Potensi besar yang dimiliki oleh industri cokelat lokal ini tidak hanya berhenti di pasar domestik. Bukti nyata daya saing produk daerah tersebut terwujud tatkala L’île Chocolate sukses menembus pasar internasional melalui pencapaian ekspor perdana ke Singapura pada bulan Juni 2025 lalu.

Halaman Selanjutnya
img_title