Kualitas Udara Kota Padang disebut Mulai Menurun Imbas Karhutla Daerah Tetangga

Ilustrasi karhutla
Sumber :
  • IST

PadangPemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

img_title Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu, Terasa hingga Padang dan Pariaman

Langkah ini diambil menyusul menurunnya kualitas udara di wilayah Kota Padang dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan kualitas udara tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh sebaran kabut asap yang terbawa angin dari peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah tetangga.

img_title BMKG: Hari Tanpa Hujan Berturut-turut Capai Kategori Panjang di Daerah Sitiung Dharmasraya

Kondisi ini mulai mengancam kenyamanan dan kesehatan masyarakat jika tidak diantisipasi sedini mungkin.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa imbauan ini dirilis sebagai bentuk langkah preventif.

img_title Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, BNPB Cek Kesiapan Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi di Lampung

Pemerintah daerah bergerak cepat untuk meminimalkan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan warga Kota Padang.

Hendri meminta warga Kota Padang untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi ini.

Meski demikian, masyarakat ditegaskan untuk tetap cermat memantau perkembangan kondisi lingkungan sekitar secara berkala.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pembatasan aktivitas fisik di luar rumah, terutama jika kondisi polusi udara terlihat kian memburuk.

Masyarakat disarankan untuk mengutamakan kegiatan di dalam ruangan apabila tidak memiliki urusan yang mendesak.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penurunan kualitas udara akibat asap Karhutla. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujar Hendri Zulviton dikutip dari keterangan tertulis, Jumat 14 Agustus 2026.

Hendri secara khusus menyoroti perlindungan bagi kelompok rentan yang paling rentan terdampak paparan asap.

Kelompok ini meliputi anak-anak, lansia, wanita hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau sensitivitas tinggi terhadap polusi.

Di samping membatasi aktivitas luar ruangan, BPBD Kota Padang mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperparah kondisi udara lokal.

Aktivitas seperti membakar sampah pemukiman maupun membuka lahan dengan cara dibakar sangat dilarang keras.

Masyarakat diminta untuk tidak menunda tindakan pencegahan hingga kondisi kualitas udara berada pada level yang berbahaya.

Kesadaran mandiri dari tiap individu dan keluarga dianggap menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi ancaman kesehatan ini.

Halaman Selanjutnya
img_title