Siapa Sangka, Dua Putra Minang di Balik Lahirnya Lagu Kebangsaan Malaysia dan Singapura
- @justforstev24
Padang – Sejarah musik Nusantara menyimpan fakta menarik yang kerap luput dari perhatian publik. Dua negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura, ternyata memiliki lagu kebangsaan yang digubah oleh musisi berdarah Minangkabau, Sumatera Barat. Sosok di balik mahakarya tersebut adalah Saiful Bahri dan Zubir Said.
Keberadaan kedua maestro ini menjadi bukti nyata bahwa bakat seni Tanah Air tidak hanya mewarnai kebudayaan domestik, tetapi juga membentuk fondasi identitas nasional di Asia Tenggara.
Saiful Bahri dan Sentuhan Emas "Negaraku"
Saiful Bahri lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 19 September 1924. Menimba ilmu musik di sekolah legendaris INS Kayutanam, Saiful berkembang menjadi komposer ternama. Ia dikenal luas di Indonesia melalui karya musiknya untuk film-film klasik seperti Tiga Dara karya Usmar Ismail.
Pada dekade 1950-an, karier Saiful merambah hingga ke Semenanjung Melayu. Saat Malaysia bersiap menyambut kemerdekaannya dari Inggris pada 1957, dibentuklah panitia pemilihan lagu kebangsaan. Saiful Bahri dipercaya menyusun serta memperhalusi aransemen orkestra dari melodi lagu daerah Terang Bulan (yang berakar dari lagu Negeri Perak) hingga terciptalah lagu kebangsaan Malaysia bertajuk "Negaraku".
Tidak berhenti di situ, Saiful juga mengubah lagu resmi untuk Negeri Melaka (Melaka Maju Jaya) dan Selangor (Duli Yang Maha Mulia). Pengaruh besarnya di dunia seni Malaysia membuat namanya amat dihormati hingga akhir hayatnya pada tahun 1976.
Zubir Said dan Gema "Majulah Singapura"
Sementara itu, di sisi selatan Semenanjung Melayu, nama Zubir Said terukir abadi dalam sejarah Singapura. Lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi) pada 22 Juli 1907, Zubir memutuskan berhijrah ke Singapura pada tahun 1928 untuk mengejar cita-cita di dunia musik.
Kemampuannya menyusun komposisi musik membuatnya direkrut oleh perusahaan film ternama, Cathay-Keris Productions. Pada tahun 1958, Dewan Kota Singapura meminta Zubir menggubah lagu untuk meresmikan Victoria Theatre yang baru direnovasi. Zubir lantas menciptakan lagu berjudul "Majulah Singapura".
Ketika Singapura melepaskan diri dari Federasi Malaysia dan memproklamasikan kemerdekaannya sebagai negara berdaulat pada 9 Agustus 1965, lagu ciptaan Zubir Said tersebut secara resmi ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Republik Singapura. Zubir juga menggubah lagu Semoga Bahagia, yang hingga kini menjadi lagu tema Hari Anak-Anak di Singapura.