Sumbang Kato, Etika Bertutur yang Menjaga Marwah dalam Adat Minangkabau

ilustrasi
Sumber :
  • ai

PadangSumbang kato merupakan salah satu bagian dari Sumbang Duo Baleh dalam adat Minangkabau yang mengajarkan pentingnya menjaga tutur kata dalam kehidupan sehari-hari.

img_title Tabia Minangkabau: Jejak Keindahan, Adat, dan Kehormatan

Aturan ini menempatkan cara berbicara sebagai bagian dari sopan santun dan cerminan budi pekerti seseorang ketika bergaul di tengah masyarakat.

Dalam budaya Minangkabau, kata-kata memiliki kedudukan penting dalam membangun hubungan antarmanusia.

Karena itu, berbicara tidak hanya dinilai dari isi pembicaraan, tetapi juga dari nada suara, pilihan kata, waktu, tempat, serta siapa yang menjadi lawan bicara.

img_title Viral! Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Berbuat Mesum di Lingkungan Sekolah Terbongkar Lewat CCTV

Perkataan yang tidak sesuai dengan situasi dapat dianggap sebagai perilaku sumbang.

Salah satu bentuk sumbang kato adalah berbicara kasar, membentak, menggunakan kata-kata kotor, atau mengeluarkan ucapan yang dapat merendahkan orang lain.

Sikap tersebut dinilai tidak mencerminkan kesantunan karena dapat melukai perasaan lawan bicara sekaligus merusak hubungan sosial.

Selain berbicara kasar, memotong pembicaraan juga menjadi perilaku yang sebaiknya dihindari.

img_title Buntut Video Mesra Berseragam Viral, Pemprov Sumbar Nonaktifkan Sementara Kabiro PBJ, ASN Perempuan Turut Diperiksa

Menyela orang yang sedang berbicara, terutama orang yang lebih tua atau dihormati, menunjukkan kurangnya penghargaan.

Adat mengajarkan pentingnya mendengarkan dengan baik sebelum memberikan tanggapan.

Sumbang kato juga dapat terlihat dari kebiasaan berbicara terlalu keras. Berteriak, tertawa berlebihan, atau bercanda tanpa memperhatikan keadaan sekitar dapat mengganggu orang lain.

Karena itu, seseorang diharapkan mampu menyesuaikan volume suara dan gaya berbicara dengan tempat serta suasana.

Persoalan lain adalah ketidaktepatan memilih topik pembicaraan.

Membicarakan hal yang menjijikkan ketika orang sedang makan atau menyampaikan pembicaraan mengenai kematian di hadapan orang yang sedang sakit merupakan contoh perlunya kepekaan dalam bertutur.

Tidak semua hal pantas disampaikan pada setiap waktu dan kepada setiap orang.

Cara menyapa seseorang juga menjadi bagian dari kesopanan.

Dalam lingkungan Minangkabau, orang yang lebih tua atau dihormati semestinya disapa dengan sebutan yang pantas, bukan sembarangan memanggil nama. Penggunaan sapaan yang tepat menjadi bentuk penghormatan sekaligus menunjukkan seseorang memahami adat pergaulan.

Nilai sumbang kato semakin penting di tengah perkembangan media sosial.

Komunikasi yang berlangsung melalui komentar, pesan singkat, dan berbagai platform digital sering membuat orang lebih mudah menulis sesuatu tanpa memikirkan dampaknya.

Halaman Selanjutnya
img_title