Empedu Tanah, Tanaman Pahit yang Lama Dikenal sebagai Herbal Tradisional

empedu tanah
Sumber :
  • RRI

PadangEmpedu tanah atau yang lebih dikenal sebagai sambiloto Andrographis paniculata merupakan salah satu tanaman herbal yang sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

img_title Daun Sidingin, Tanaman Obat Warisan Orang Minang yang Dipercaya Menyejukkan Tubuh

Tanaman ini mudah dikenali dari rasanya yang sangat pahit. Di balik rasa tersebut, sambiloto menyimpan senyawa aktif andrographolide yang menjadi salah satu komponen utama dan banyak diteliti karena berbagai potensi manfaatnya bagi tubuh.

Di sejumlah daerah, sambiloto tumbuh sebagai tanaman liar maupun sengaja dibudidayakan di pekarangan rumah.

Bentuknya memang sederhana, dengan batang bercabang dan daun berwarna hijau, tetapi tanaman ini memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan herbal.

img_title Pucuak Sitapu Jadi Gulai, Begini Lezatnya Samba Kampuang Khas Pariaman

Karena rasa pahitnya yang khas, sambiloto bahkan kerap disebut sebagai salah satu tanaman yang paling mudah dikenali dari cita rasanya.

Salah satu manfaat yang paling sering dikaitkan dengan sambiloto adalah kemampuannya membantu mendukung sistem pertahanan tubuh.

Kandungan senyawa aktif di dalamnya diketahui memiliki aktivitas biologis yang menarik perhatian para peneliti.

img_title BMKG: Hari Tanpa Hujan Berturut-turut Capai Kategori Panjang di Daerah Sitiung Dharmasraya

Dalam penggunaan tradisional, sambiloto juga kerap dikonsumsi ketika seseorang mengalami keluhan seperti masuk angin, flu, batuk atau kondisi tubuh yang terasa kurang fit.

Selain dikaitkan dengan daya tahan tubuh, sambiloto secara tradisional juga digunakan untuk membantu meredakan demam.

Tanaman ini dipercaya memberikan sensasi menyejukkan ketika dikonsumsi dalam bentuk rebusan.

Namun, demam merupakan gejala dari berbagai kondisi sehingga penggunaan herbal sebaiknya tidak membuat seseorang mengabaikan penyebab penyakit maupun kebutuhan untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Potensi lain sambiloto juga menjadi perhatian dalam penelitian terkait peradangan. Senyawa andrographolide memiliki aktivitas yang sedang diteliti dalam berbagai konteks kesehatan, termasuk respons peradangan.

Karena itu, masyarakat secara tradisional memanfaatkan sambiloto untuk membantu mengatasi keluhan ringan yang berhubungan dengan rasa nyeri atau peradangan.

Sambiloto juga sering disebut dalam pembahasan mengenai pengendalian kadar gula darah dan tekanan darah.

Meski demikian, manfaat tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti obat dokter.

Orang yang sedang menjalani pengobatan diabetes atau hipertensi perlu berhati-hati karena konsumsi herbal tertentu berpotensi memengaruhi kondisi tubuh maupun efek obat yang sedang digunakan.

Cara pemanfaatan sambiloto secara tradisional cukup sederhana. Daunnya dapat dibersihkan kemudian direbus dengan air hingga menghasilkan minuman herbal.

Halaman Selanjutnya
img_title