LKAAM dan Gebu Minang Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT
- Diskominfo Padang
Padang – Semangat kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap sesama kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar menginisiasi pengiriman 5 ton rendang untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan memasak rendang tersebut dipusatkan di Kantor LKAAM Sumbar, Senin (17/8/2026). Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, hadir langsung untuk meninjau proses produksi bantuan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menegaskan agar proses produksi bantuan dipercepat. Ia menginstruksikan LKAAM dan Gebu Minang untuk memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang agar target 5 ton rendang bisa segera dipenuhi. Pemerintah Kota Padang menyatakan komitmen penuh untuk memberikan dukungan logistik dan fasilitas agar bantuan ini segera sampai ke lokasi bencana.
“Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah,” ujar Fadly Amran.
Fadly menambahkan, kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Mengingat pengalaman masa lalu saat Sumbar dilanda bencana, ia merasa sudah sepatutnya masyarakat Minangkabau hadir memberikan bantuan saat daerah lain sedang mengalami musibah.
“Kami mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Inilah esensi dari semangat kebersamaan dan gotong royong kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, melaporkan bahwa sebanyak 700 kilogram rendang telah berhasil dikirim pada tahap pertama melalui dukungan transportasi udara dari TNI Angkatan Udara. Rendang tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen, mulai dari Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), hingga Gebu Minang Peduli.
Fauzi menjelaskan pemilihan rendang sebagai komoditas bantuan bukan tanpa alasan. “Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan sangat praktis dikonsumsi warga di lokasi bencana yang mungkin sulit mengakses fasilitas dapur,” kata Fauzi.
Target 5 ton rendang tersebut nantinya akan dikirim secara bertahap ke NTT. Diharapkan, bantuan ini tidak sekadar menjadi logistik pangan, tetapi juga simbol dukungan moral bagi masyarakat NTT dalam melewati masa pemulihan pascalepas bencana yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut.