Sering Kesemutan? Kenali Beragam Penyebabnya, dari Salah Posisi hingga Gangguan Saraf
- hello sehat
Padang – Kesemutan merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang. Sensasinya dapat berupa rasa seperti ditusuk-tusuk jarum, geli, kebas, atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu
. Kesemutan umumnya muncul setelah seseorang berada dalam posisi tertentu terlalu lama, tetapi jika terjadi berulang kali tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.
Salah satu penyebab kesemutan yang paling umum adalah adanya tekanan sementara pada saraf.
Duduk bersila terlalu lama, menyilangkan kaki, atau tidur dengan posisi menindih tangan dapat membuat saraf dan aliran darah mengalami tekanan.
Biasanya, sensasi kesemutan akan berangsur menghilang setelah posisi tubuh diperbaiki dan bagian tubuh kembali bergerak.
Selain faktor posisi, kekurangan vitamin tertentu juga dapat berhubungan dengan munculnya kesemutan. Vitamin B1, B6, dan B12 berperan dalam menjaga fungsi sistem saraf.
Kekurangan vitamin tersebut dapat mengganggu fungsi saraf dan memunculkan keluhan seperti kesemutan atau rasa kebas pada tangan dan kaki.
Kesemutan yang terjadi berulang juga dapat menjadi salah satu tanda neuropati akibat diabetes.
Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak saraf, terutama saraf tepi.
Keluhan biasanya dirasakan pada kaki atau tangan dan dapat berkembang menjadi rasa terbakar, nyeri, kebas, maupun penurunan kemampuan merasakan sentuhan.
Penyebab lainnya adalah saraf terjepit atau mengalami tekanan pada bagian tertentu. Gangguan pada saraf di leher maupun tulang belakang dapat menyebabkan kesemutan yang menjalar ke lengan atau kaki.
Keluhan tersebut terkadang disertai rasa nyeri, pegal, atau kelemahan pada anggota tubuh yang dipengaruhi saraf.
Pada tangan, kesemutan juga dapat berkaitan dengan carpal tunnel syndrome (CTS).
Kondisi ini terjadi ketika saraf median yang melewati pergelangan tangan mengalami tekanan.
Kesemutan atau kebas umumnya terasa pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, terutama setelah melakukan aktivitas tangan secara berulang.
Gangguan sirkulasi darah juga dapat menyebabkan sensasi kesemutan, terutama apabila aliran darah ke bagian tubuh tertentu terganggu.
Namun, kesemutan yang berkaitan dengan masalah sirkulasi perlu diperhatikan apabila disertai perubahan warna kulit, rasa dingin yang tidak biasa, nyeri, atau pembengkakan pada anggota tubuh.
Dalam beberapa kondisi, kesemutan dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan lain, termasuk penyakit yang memengaruhi sistem saraf.