Pemantauan 24 Jam BNPB: Karhutla dan Kekeringan Masih Melanda Sejumlah Wilayah
- BNPB
Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) terus mengintensifkan pemantauan perkembangan kejadian bencana di seluruh Indonesia.
Berdasarkan laporan pemantauan 24 jam periode 1–2 September 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kekeringan masih menjadi fokus perhatian utama.
Dampak kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Sebanyak 456 kepala keluarga di Desa Babulu, Kecamatan Sebakung Jaya, terdampak kekeringan sejak Senin (31/8/2026), di mana BPBD setempat telah menyalurkan bantuan 62.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Sementara itu, bencana karhutla berukuran besar melanda Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan menghanguskan sekitar 55 hektare lahan di Desa Sejau Hilir, Tanjung Palas Timur.
Guna mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara resmi menetapkan status siaga darurat karhutla hingga 31 Desember 2026.
Kebakaran lahan juga meluas ke Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, membakar sekitar tiga hektare vegetasi ilalang di Desa Tanete, Kecamatan Anggeraja.
Petugas di lapangan menghadapi kendala sulitnya akses medan menuju titik lokasi api, sehingga proses pemadaman belum berlangsung secara optimal.
Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, karhutla menghanguskan sekitar 3,5 hektare lahan perkebunan warga di Desa Sausu Tambu pada Selasa (1/9/2026).
Meskipun sebagian besar area api telah mereda, petugas tetap bersiap mengantisipasi munculnya kepulan asap dari titik api di kawasan puncak hutan.
Peristiwa karhutla turut terdeteksi di Pulau Jawa, tepatnya di petak 1015 Perum Perhutani, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Kebakaran seluas tiga hektare tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, dan area lokasi kini berada dalam pengawasan ketat guna mencegah munculnya kembali titik api.
Menghadapi tingginya risiko kebencanaan di puncak musim kemarau ini, BNPB mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga dilarang keras melakukan aktivitas pembersihan atau pembakaran lahan pertanian secara sembarangan karena vegetasi yang kering sangat mudah memicu timbulnya kobaran api besar.
Masyarakat di wilayah terdampak karhutla maupun daerah rawan bencana diimbau rutin memantau update peringatan dini cuaca dari BMKG dan BPBD setempat.