Solok Selatan Segera Punya Buku Sejarah Pemekaran
- Diskominfo Solsel
"Sehingga pada saat ini Kabupaten Solok Selatan merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Barat," kata Khairunas.
"Sejarah hingga terwujudnya pemekaran Kabupaten Solok Selatan itu lah yang saat ini ingin kami susun menjadi sebuah buku. Akan diurai secara tuntas dan jelas tentang proses, dinamika dan tantangan yang dihadapi, hingga Kabupaten Solok Selatan, dengan ibukota Padang Aro, resmi berdiri pada tanggal 7 Januari 2004,"lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Khairunas juga menerima langsung dokumen asli pemekaran dari salah seorang tokoh pemekaran, H. Syukrial Syukur.
Syukrial mengungkapkan dokumen tersebut telah dijaganya sejak lama dengan baik. Dia mendapatkan pesan dari Prof. Armen Mochtar bahwa dokumen tersebut baru bisa diserahkan jika sudah ada pemimpin Solok Selatan yang memiliki dan merealisasikan niatnya untuk mencatatkan sejarah berdirinya kabupaten ini.
"Ini kami susun di aula IAIN Imam Bonjol, Padang. Terdiri dari dua buku, yang satu album dimana Bapak Gamawan Fauzi bersalaman dengan Ketua DPRD Kabupaten Solok resmi menetapkan pemekaran Kabupaten Solok Selatan,"ujarnya.
Adapun penulisan buku ini bekerja sama dengan tim dari Lembaga Humaniora Universitas Andalas yang telah bersedia menelusuri dan mencatat sejarah pemekaran Solok Selatan. Penulisan ini juga melibatkan tokoh-tokoh yang saat itu terlibat aktif dalam pemekaran Solok Selatan.
Guna mengumpulkan informasi yaang seluas-luasnya mengenai sejarah pemekaran, seminar ini turut menghadirkan tokoh-tokoh tersebut, seperti keluarga dari Alm Musril Kusai, Samsir Pane, H. Syukrial Syukur, Noviar Dt. Rajo Endah, dan tokoh-tokoh daerah lainnya.