Pastikan Penyebab Kematian, Sample Harimau Puti Dikirim Ke Bogor

Harimau Puti Maua dalam kondisi mati. Sumber Foto/Doc. PRHSD ARSARI.
Sumber :

Padang – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat Ardi Andono menyebutkan, proses nekropsi (bedah bangkai) terhadap bangkai Puti Maua, harimau betina dari tanah Agam yang dinyatakan mati pada pada rabu  8 Juni 2022 sekira pukul 05.00 WIB, sudah dilakukan.

Proses nekropsi kata Ardi dilakukan oleh tim medis dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) ARSARI dan disaksikan oleh petugas seksi Konservasi Wilayah III Balai KSDA Sumatera Barat.   

https://padang.viva.co.id/ragam-konservasi/124-penyebab-kematian-si-puti-harimau-betina-dari-tanah-agam?terbaru=1

“Dalam nekropsi tersebut diambil beberapa sampel bagian-bagian tubuh Puti Maua Agam,”kata Ardi Andono, kamis 9 Juni 2022.

Dijelaskan Ardi, sample yang diambil tersebut lalu selanjutnya dikirim ke laboratorium Patologi Pusat Studi Satwa Primata (PSSP-IPB) dengan melampirkan diagnosa pembanding (diferensial diagnosa) guna meneguhkan penyebab kematian Puti Maua.

“Sample yang diambil saat nekropsi, dikirim ke PSSP-IPB. Kita lampirkan juga diagnose pembanding untuk menguatkan penyebab kematian,”ujar Ardi.

Ardi bilang, kasus kematian Puti Maua ini, menjadi duka mendalam untuk kita semua. Ini, merupakan tragedi bagi satwa dilindungi di Indonesia. Segala sumberdaya tim medis telah dimaksimalkan untuk menanganai kesehatan Puti. Namun, Puti tidak terselamatkan.