Normalisasi Sungai Batang Guo Dikebut, Akses Warga Kuranji Padang Berangsur Pulih
- Humas Sumbar
Padang – Tiga unit alat berat dikerahkan ke lokasi banjir di Kelurahan Kuranji, Kota Padang, untuk melakukan percepatan normalisasi aliran Sungai Batang Guo.
Pengerjaan difokuskan pada pembersihan tumpukan material sampah dan sedimentasi serta penutupan kembali tanggul sungai yang jebol.
Aliran sungai yang sebelumnya meluap dan menerjang badan jalan kini berhasil diarahkan kembali ke jalur semula.
Berkat upaya tersebut, akses transportasi masyarakat di kawasan terdampak berangsur pulih dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan secara bertahap.
Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, Ardi Nansyah Putra Antoni, menyebut bahwa pengerahan alat berat tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh warga yang sempat terisolasi akibat tingginya luapan air.
Ia menegaskan bahwa langkah Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran dalam menerjunkan armada teknis, merupakan bentuk respons pemerintah atas kondisi darurat warga. Apalagi musibah luapan sungai di wilayah Kuranji tercatat sudah terjadi sebanyak tiga kali.
Saat banjir menerjang pada Senin siang kemarin, sebanyak 17 warga sempat terjebak di tengah derasnya arus luapan Sungai Batang Guo.
Berkat kesigapan tim SAR gabungan, seluruh korban berhasil dievakuasi ke tempat aman tanpa adanya korban jiwa.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang dinilai berjalan sangat padu sejak awal masa tanggap darurat.
Warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Mahyeldi Ansharullah serta Wali Kota Padang Fadly Amran atas perhatian dan tindakan cepat di lapangan.
Kawasan RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji diketahui menjadi salah satu titik paling rawan terhadap potensi luapan Sungai Batang Guo.
Tingginya intensitas hujan di daerah hulu kerap memicu lonjakan debit air secara mendadak dalam waktu singkat.
Kerentanan wilayah tersebut membuat pemukiman warga masuk dalam pemetaan zona merah bencana banjir.
Pihak pengurus RT senantiasa mengimbau warga untuk segera mengungsi mandiri setiap kali terjadi hujan deras guna mengantisipasi bahaya banjir susulan.
Lega atas penanganan darurat ini juga dirasakan oleh Neli (48), salah seorang warga terdampak yang rumahnya berada dekat bantaran sungai.
Ia mengaku tenang melihat tanggul jebol telah ditutup kembali sehingga akses jalan warga kini aman untuk dilintasi.