Kisah Edison: Sang 'Penyemangat Abadi' di Balik Layar PSP Padang

Edison
Sumber :
  • Diskominfo Padang

Padang – Di tengah riuhnya Stadion Utama Sumbar, Lubuk Alung, ada satu suara yang tak pernah surut meski pertandingan telah memasuki menit-menit akhir.

img_title Bukittinggi Sukses Gelar Minang Geopark Run 2026, 3.800 Pelari Pacu Ekonomi Daerah

Ia adalah Edison (65), sosok suporter fanatik yang menjadi ruh di tribun penonton setiap kali "Pandeka Minang" merumput.

Bagi pendukung setia PSP Padang, wajah Edison tentu sudah tidak asing lagi. Dengan rambut pendek yang dicat kuning mencolok dan ikat kepala merah putih, pria paruh baya ini adalah simbol kesetiaan tanpa batas.

img_title Mengenal Nasi Tungkuih Daun, Kuliner Autentik Simbol Budaya Minangkabau

Tak hanya sekadar menonton, Edison adalah dirigen alami. Sepanjang 90 menit, ia konsisten berteriak membakar semangat pemain.

Menariknya, teriakan Edison seringkali diselingi celetukan lucu yang membuat penonton di sekitarnya tertawa terpingkal-pingkal.

img_title Kisah Alvin Tedjo, Pria Berdarah Minang yang Resmi Jabat Wali Kota Mississauga

“Iya, saya memang pecinta PSP Padang. Saya tahu sejarah pemain dari dasar. Pekerjaan saya memang berteriak (mendukung). Mau di GOR H. Agus Salim atau di mana pun, saya pasti berteriak,” ujar Edison dikutip dari keterangannya, Senin 9 Februari 2026.

Salah satu momen emosional terlihat saat PSP Padang menghadapi GMR FC Kamis lalu. Begitu gol tercipta, Edison langsung melakukan sujud syukur di tribun, sebuah ekspresi cinta mendalam yang jarang ditemukan.

Edison bukan sekadar penonton yang haus kemenangan. Ia juga berperan sebagai "kompas moral" bagi para pemain di lapangan.

Ketika ada pemain PSP yang melakukan pelanggaran, ia tak segan berteriak agar pemain tersebut segera meminta maaf kepada lawan.

“Salami lawan, sebut minta maaf, karena kita akan bertemu terus di atas lapangan nantinya,” tegasnya dalam bahasa Minang yang kental. Baginya, harga diri Pandeka Minang bukan hanya soal skor, tapi juga soal sportivitas.

Perjalanan Edison bersama PSP Padang sudah melewati berbagai fase, mulai dari memantau sekolah sepak bola (SSB) hingga kompetisi senior. Dari lapangan desa di Cengkeh hingga stadion megah, Edison selalu hadir.

“Asam garam sudah banyak saya rasakan di PSP ini. Bagi saya, nyawa saja yang memisahkan saya dengan tim ini,” ungkapnya.

Menatap musim kompetisi tahun ini, Edison memiliki target yang tidak main-main. Ia ingin melihat tim kebanggaannya kembali ke kejayaan dan menyapu bersih setiap laga dengan kemenangan.

Halaman Selanjutnya
img_title