Dinsos Solok Dirikan Dapur Umum Pasca-Bencana Galodo
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendirikan dapur umum guna menjamin ketersediaan bahan pangan bagi warga terdampak bencana banjir bandang atau galodo.
Langkah ini diambil untuk memastikan konsumsi pengungsi dan petugas evakuasi tetap terpenuhi di masa darurat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, menyatakan bahwa pendirian dapur umum ini didukung oleh sinergi berbagai pihak.
Dapur umum tambahan turut didirikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemprov Sumatera Barat, hingga Kejaksaan Negeri setempat.
Upaya kolaboratif dari berbagai instansi dan elemen masyarakat membuat kebutuhan logistik makanan untuk para pengungsi saat ini masih relatif aman. Bantuan bahan pangan terus mengalir ke lokasi titik-titik pengungsian sejak bencana terjadi.
Desmalia menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian berbagai pihak yang responsif menyalurkan bantuan.
Menurutnya, berkat gelombang bantuan tersebut, pasokan makanan untuk para penyintas bencana hingga saat ini dapat tercukupi dengan baik.
Saat ini, titik pengungsian warga tersebar di beberapa lokasi strategis di wilayah Arosuka. Lokasi tersebut meliputi Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, Gedung Pemuda setempat, serta Markas Polres Solok.
Jumlah warga terdampak yang datang ke tempat pengungsian dilaporkan terus mengalami peningkatan.
Di lokasi pengungsian Rumah Dinas Wakil Bupati Solok misalnya, jumlah pengungsi yang semula mencatat 30 orang kini telah bertambah menjadi sekitar 50 orang.
Dinsos Kabupaten Solok bersama tim gabungan terus memantau dinamika kebutuhan para pengungsi secara berkala.
Pemantauan intensif dilakukan di seluruh posko, termasuk warga yang mengungsi di area perumahan sekitar lokasi bencana.
Meski pasokan makanan dan kebutuhan logistik dasar masih mencukupi, Dinsos mencatat adanya tantangan mendesak di lapangan.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang paling krusial bagi warga di posko pengungsian untuk sanitasi dan konsumsi harian.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait berjanji akan terus menyalurkan bantuan secara berkala sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Prioritas utama penanganan difokuskan pada distribusi bahan pangan, logistik, dan percepatan pasokan air bersih selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, berdasarkan pendataan data sementara di lapangan, korban jiwa akibat bencana galodo ini tercatat satu orang meninggal dunia.