BNPB Pantau Pakai Helikopter Titik Rawan Galodo di Lereng Marapi dan Singgalang

Foto udara dampak banjir lahar dingin Marapi
Sumber :
  • Humas BNPB

Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah proaktif dengan menerbangkan helikopter untuk observasi aerial selama dua hari terakhir. 

img_title Hadapi Bibit Siklon Tropis 91B dan Peralihan Musim, BNPB Imbau Pemda dan Warga Siaga Banjir serta Longsor

Misi ini bertujuan untuk memetakan titik-titik rawan galodo di lereng Gunung Marapi dan Singgalang guna mendukung efektivitas penanganan darurat dan langkah mitigasi bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut bahwa tim observasi menyusuri wilayah hulu Batang Bengkawas, Batang Malana, Batang Kadurang, dan Batang Siritrit. 

img_title BPBD Kota Padang Imbau Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi dan Sebaran Asap

"Cuaca yang kurang bersahabat menghambat tim untuk mencapai puncak Marapi pada ketinggian 2.800 mdpl,"kata Abdul Muhari, Sabtu 25 Mei 2024.

Abdul Muhari bilang, tim observasi juga melakukan pemantauan ke titik sumber alur galodo, mulai dari hulu hingga hilir lokasi terdampak. Sasaran pemantauan meliputi Batang Katik, Batang Kepala Koto di Gunung Marapi, dan satu titik di Batang Galodo, Gunung Singgalang.

img_title Hadapi Peralihan Musim, BNPB Terjunkan Puluhan Ribu Personel Karhutla dan Imbau Kesiapsiagaan Banjir

"Upaya observasi aerial ini merupakan tindak lanjut dari empat arahan Presiden Joko Widodo pasca kunjungannya ke Kabupaten Agam,"ujar Abdul. 

Abdul merinci, pasca kunjungan Presiden Joko Widodo, ada Empat kesepakatan langkah lanjutan untuk penanganan bencana banjir lahar hujan atau galodo ini antara lain, peledakan batu-batu besar (demolish) material Gunungapi Marapi.

Lalu, melakukan normalisasi daerah aliran sungai, pembangunan sabo dam, dan penguatan Early Warning System

"Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana galodo di masa depan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana,"tutup Abdul Muhari.