100 Tahun A.A. Navis: Rayakan Warisan Sastra dan Pemikiran Bangsa

Puncak 100 Tahun A.A. Navis
Sumber :
  • Padang Viva

Padang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar seminar nasional dan peluncuran buku Seratus Tahun A.A. Navis: Kajian Kritis, Pemikiran, dan Visi Budaya 

img_title Kemendikdasmen dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Melalui Platform Rumah Pendidikan

Acara itu sudah dihelat pada Kamis kemarin di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian peringatan 100 Tahun A.A. Navis

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz, menyampaikan, “Kita menyaksikan semarak dan komitmen dari semua pihak untuk merayakan hari penting terkait dengan kesastraan Indonesia yang diwakili oleh karya-karya A. A. Navis,”kata nya melalui keterangan tertulis, Sabtu 30 November 2024

img_title SISSCa 2026: Panggung Songket Silungkang Mendunia dan Penggerak Ekonomi Kreatif Sawahlunto

Karya sastra, menurut Aminudin, bukan hanya tentang menulis, melainkan juga refleksi atas masalah dan peradaban bangsa.

Untuk itu, agenda pengembangan sastra melalui Kemendikdasmen telah memasuki babak baru yang dibuktikan dengan terobosan program-program yang telah dan akan dicanangkan. Salah satunya ialah program Residensi Sastrawan yang akan dilaksanakan mulai tahun 2025.

img_title Komisi X DPR RI Bersama Pemko Padang Tinjau Progres Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana

Residensi Sastrawan adalah program yang mempertemukan sastrawan-sastrawan Indonesia agar dapat bermitra dengan para sastrawan di luar negeri yang sudah memiliki reputasi baik. “Oleh karena itu, saya berharap para sastrawan yang aktif menulis agar memanfaatkan peluang ini dengan sebaik mungkin,” ucap Aminudin.

Ketua Harian Komisi Indonesia untuk UNESCO, Itje Chodidjah, memandang perayaan ini sebagai wujud penghormatan bagi seorang tokoh besar sastra Indonesia, yang tidak hanya memberi warna pada dunia sastra tanah air, tetapi juga mendapat pengakuan Internasional melalui penetapan hari lahirnya sebagai perayaan oleh UNESCO.

“A.A. Navis adalah sosok luar biasa dalam sejarah sastra dan budaya Indonesia. Dengan karya-karyanya, ia mengajak kita berpikir kritis terhadap kondisi masyarakat dan merefleksikan nilai-nilai moral yang mendasari kehidupan kita. Kritik sosial yang masih relevan hingga hari ini menjadi pengingat bahwa sastra bisa menjadi kekuatan transformatif bagi masyarakat,” ujar Itje.

Senada dengan itu, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan, “Dalam perjalanan panjang sastra Indonesia, karya A. A. Navis telah menjadi mercusuar yang menerangi peradaban kata-kata di Indonesia.”

Halaman Selanjutnya
img_title