BNPB Percepat Penanganan Banjir di Bekasi
- Humas BNPB
Padang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan jika pihaknya akan mengoptimalkan upaya percepatan penanganan darurat banjir di Bekasi, Jawa Barat.
Dia bilang, salah satu upaya yang dilakukan yakni penyedotan dengan menggunakan pompa. Penyedotan dilakukan karena lokasi perumahan yang lebih rendah dari jalan utama dan saluran air masih mengalami kendala.
"Karena wilayah ini termasuk lebih rendah dari jalan, akan lama keringnya, maka dari itu kami datangkan bantuan pompa untuk membantu menyedot air supaya lebih cepat kering," ujar Suharyanto, Jumat 7 Maret 2025.
Seperti diketahui, perumahan ini menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak banjir cukup parah sejak Selasa kemarin.
Memasuki hari keempat, banjir sudah mulai surut, hanya menyisakan genangan air setinggi 30 sentimeter dibagian depan gapura perumahan Sahara Indah Permai 3.
Menurut Suharyanto, selain penyedotan air dengan menggunakan pompa, upaya percepatan penanganan juga dilakukan dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
OMC yang dilakukan sejak Selasa kemarin, cukup berdampak positif bagi upaya penanganan darurat.
"Alhamdulillah OMC yang sudah dilakukan sejak Selasa hingga Sabtu berjalan baik, walaupun tidak bisa menghentikan hujan, tapi upaya ini bisa mengurangi curah hujan dibeberapa wilayah," kata Suharyanto.
Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan pada tanggal 10-20 Maret akan dilaksanakan OMC terpadu. OMC terpadu ini dilaksanakan oleh berbagai wilayah mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
"Pada tanggal 10 hingga 20 Maret ini diprediksi akan terjadi hujan yang lebih lebat lagi, semoga dengan upaya OMC terpadu ini dapat mereduksi curah hujan diberbagai wilayah dengan harapan tidak terjadi banjir susulan yang lebih besar," ujar Suharyanto.
Disamping itu, Suharyanto juga mengimbau pada warga untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Diantaranya dengan mematikan aliran listrik saat terjadi banjir.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kejadian tersengat listrik akibat adanya arus pendek maupun konsleting listrik yang bisa saja terjadi ketika banjir.