Bus ALS: Kisah Panjang Sang Raja Jalanan dari Tanah Sumatera
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Di tengah hiruk pikuk lalu lintas antar kota dan provinsi di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera, nama Antar Lintas Sumatera (ALS) bukanlah sekadar merek bus.
Lebih dari itu, ALS adalah legenda, saksi bisu perkembangan transportasi darat, dan bagi banyak orang.
Ia adalah penghubung penting antara kampung halaman dan perantauan. Lahir di Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada 29 September 1966, perusahaan otobus ini telah menorehkan sejarah panjang dan menjadi salah satu operator bus terbesar dan tertua di Pulau Sumatera.
Kisah ALS bermula dari inisiatif tujuh orang saudagar bersaudara yang melihat potensi besar dalam layanan transportasi darat. Awalnya, trayek yang dilayani masih terbatas, menghubungkan Medan dengan Kotanopan.
Kemudian meluas hingga ke Bukittinggi. Namun, semangat untuk menghubungkan lebih banyak wilayah di Sumatera dengan layanan yang handal dan terjangkau terus berkobar.
Seiring berjalannya waktu, ALS membuka berbagai rute baru, menjangkau kota-kota penting di Sumatera, mulai dari Banda Aceh di ujung utara hingga Lampung di selatan, termasuk juga Padang yang menjadi fokus perhatian kita saat ini.
Era 1980-an menjadi tonggak penting bagi ALS. Dengan semakin membaiknya fasilitas penyeberangan, perusahaan ini melebarkan sayapnya hingga ke Pulau Jawa. Rute-rute seperti Medan-Jakarta, Medan-Bandung, Medan-Yogyakarta, Surabaya.
Bahkan sempat mencapai Bali, menjadikan ALS sebagai pelopor transportasi penghubung antar pulau.
Meskipun rute ke Bali akhirnya ditutup pada tahun 2003 karena pertimbangan jarak dan kondisi armada, citra ALS sebagai operator dengan trayek terjauh di Indonesia tetap melekat.
Rute Medan-Jember, yang membentang ribuan kilometer dan memakan waktu berhari-hari, menjadi ikon tersendiri dan menciptakan ikatan emosional yang unik antara penumpang dan kru bus.
Sebagai "raja jalanan" di lintas Sumatera, ALS tumbuh menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Armada busnya yang mencapai lebih dari 400 unit melayani berbagai kelas penumpang, dan ciri khas warna hijau pada livery busnya mudah dikenali di sepanjang jalan.
Lebih dari sekadar mengangkut penumpang, ALS juga dikenal dengan layanan pengiriman paketnya yang menjangkau berbagai daerah.