Roti Canai: Lembaran Kenikmatan Khas Asia Selatan di Lidah Nusantara

Roti Canai
Sumber :
  • Halodoc

Padang – Di kancah kuliner Asia, terutama di kawasan Asia Tenggara dan Selatan, terdapat hidangan roti pipih yang begitu populer dan dicintai, Roti Canai namanya.

img_title Menparekraf Teuku Riefky Dukung Padang Menuju UNESCO City of Gastronomy Lewat Ajang Talk on Taste

Meskipun sering dikaitkan dengan Malaysia dan Singapura, akar sejarah dan kelezatan roti ini sejatinya berawal dari India, di mana ia dikenal dengan berbagai nama seperti paratha atau roti prata.

Roti canai telah melintasi batas geografis dan budaya, menjadi hidangan favorit yang digemari di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

img_title Meriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357, Festival Padang Harmoni Usung Tema "Urang Padang Jalan Barampek"

Nama "Roti Canai" sendiri memiliki beberapa teori asal-usul. Ada yang berpendapat "Canai" merujuk pada proses pembuatannya yang "dicanai" atau dipipihkan dengan tangan, lalu diayun-ayunkan hingga adonan menjadi sangat tipis.

Teori lain menyebutkan "Canai" berasal dari "Chennai" (sebelumnya Madras), sebuah kota di India Selatan, tempat hidangan ini pertama kali dikenal oleh para pedagang dan imigran.

img_title Pangek Lapuak Barulak, Kuliner Tradisional Minangkabau dari Tanah Datar yang Kaya Rempah

Ciri khas utama roti canai terletak pada teksturnya yang unik: renyah di luar namun lembut dan sedikit kenyal di bagian dalam, dengan lapisan-lapisan tipis yang terpisah.

Rahasia tekstur ini ada pada proses pembuatannya yang memakan waktu dan membutuhkan keterampilan antara lain:

Adonan Dasar: Terbuat dari tepung terigu, air, sedikit garam, dan yang paling penting, lemak (mentega atau margarin, terkadang minyak samin/ghee). Beberapa resep juga menambahkan telur untuk tekstur yang lebih kaya.

Ulen dan Fermentasi: Adonan diuleni hingga kalis dan elastis, kemudian didiamkan beberapa jam agar rileks dan mudah dibentuk.

Proses "Canai" atau Ayun: Ini adalah bagian paling menarik. Adonan diambil, dilumuri minyak, lalu dipipihkan dan diayunkan secara berulang-ulang dengan gerakan tangan yang cepat dan terampil hingga menjadi lembaran yang sangat tipis dan lebar, hampir transparan. Proses ini menciptakan banyak lapisan udara di dalam adonan.

Melipat: Lembaran adonan tipis kemudian dilipat-lipat menjadi bentuk persegi atau bulat, menciptakan banyak lapisan yang akan menghasilkan tekstur renyah setelah dimasak.

Memasak: Roti yang sudah dilipat dipanggang di atas wajan datar (griddle) yang panas dengan sedikit minyak, hingga kedua sisi berwarna keemasan dan mengembang sempurna. Beberapa koki juga menepuk-nepuk roti yang sudah matang agar lapisannya lebih terpisah dan renyah.

Halaman Selanjutnya
img_title