Sindrom Stevens-Johnson: Kenali Bahaya, Gejala, dan Pertolongan Pertama
- Pixabay
Pemicu Umum dan Penanganan Darurat
Pemicu paling umum SJS adalah obat-obatan, termasuk:
Antibiotik: Terutama golongan sulfonamid (misalnya kotrimoksazol).
Obat Antikonvulsan: Untuk epilepsi (misalnya lamotrigin, karbamazepin, fenitoin).
Obat Anti-inflamasi Nonsteroid (OAINS): Ibuprofen, naproxen.
Obat Asam Urat: Allopurinol.
Selain obat, infeksi virus (seperti herpes simplex, flu) dan bakteri (misalnya Mycoplasma pneumoniae) juga dapat memicu SJS, meskipun lebih jarang.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas, terutama setelah mengonsumsi obat baru, segera cari pertolongan medis darurat.
SJS adalah kondisi serius yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit, seringkali di unit luka bakar atau ICU. Penanganannya meliputi:
Menghentikan Obat Pemicu: Ini adalah langkah pertama dan terpenting.
Perawatan Luka Bakar: Merawat kulit yang terkelupas seperti luka bakar untuk mencegah infeksi.
Pengelolaan Cairan dan Nutrisi: Pasien mungkin memerlukan cairan infus dan nutrisi melalui selang karena kesulitan menelan.
Perawatan Mata: Sangat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada penglihatan.
Obat-obatan: Steroid, imunoglobulin intravena (IVIG), atau obat penekan imun lainnya mungkin diberikan untuk menghentikan reaksi.
Sindrom Stevens-Johnson adalah pengingat betapa kompleksnya reaksi tubuh terhadap obat atau infeksi.
Mengenali gejala awalnya dan mencari pertolongan medis secepat mungkin adalah kunci untuk meningkatkan peluang pemulihan dan mencegah komplikasi serius.
Jangan pernah meremehkan ruam yang menyebar cepat dan disertai gejala sistemik, terutama setelah mengonsumsi obat baru.