Pemkab Dharmasraya Terapkan Skema Prasmanan Program MBG Demi Kualitas dan Higienitas

Program MBG di Dharmasraya
Sumber :
  • Humas Pemkab Dharmasraya

Padang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panji Dara Jingga memperkenalkan inovasi signifikan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

img_title Yuk, Coba Resep Pesmol Ikan Kuning Lezat dengan Sensasi Asam Pedas Manis!

Untuk pertama kalinya di Indonesia, sistem pembagian makanan ala prasmanan diterapkan, dimulai di SMKN 1 Koto Baru, pada Senin kemarin. Pola baru ini bertujuan menjamin makanan yang diterima siswa tetap segar, hangat, dan higienis.

Berbeda dengan pola konvensional di banyak tempat di mana makanan sudah dipaketkan dalam omprengan dari dapur, SPPG Panji Dara Jingga kini mengharuskan siswa mengambil ompreng mereka sendiri. 

img_title Mengenal Lado Kambuik, Sambal Tradisional Minang yang Pedas Gurih Bikin Nagih

Petugas kemudian mengisi makanan satu per satu sesuai standar gizi meliputi karbohidrat, protein, sayur, buah, hingga susu melalui antrean teratur.

Sekretaris SPPG, Panji Mursidan, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk meminimalisir risiko makanan menjadi tidak layak.

img_title Pemkab Dharmasraya Temukan Lahan Bekas Karhutla 5,9 Hektare Ditanami Sawit Ilegal

"Dengan cara ini, makanan disajikan langsung saat dibagikan di sekolah. Risiko makanan menjadi tidak layak dapat diminimalisir karena disajikan langsung," ujar Panji Mursidan dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 21 Oktober 2025.

Metode ini telah mendapat persetujuan dari Badan Gizi Nasional dan dinilai sebagai terobosan penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG secara menyeluruh.

Mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Penjabat Sekretaris Daerah, Jasman Dt Bandaro Bendang, MM, menyampaikan apresiasi tinggi.

Ia menyebut inovasi ini sejalan dengan komitmen Pemkab untuk menghadirkan program MBG yang tidak hanya menyeluruh, tetapi juga berkualitas dan aman dikonsumsi.

“Kita ingin MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi bagian dari upaya nyata membentuk generasi sehat dan produktif,” ujar Jasman.

Jasman berharap pola pembagian prasmanan ini dapat menjadi percontohan nasional dan diadopsi secara luas di berbagai daerah, mengingat metode penyajian ini sudah lazim dilakukan di negara-negara maju.

Namun, ia juga memberikan catatan penting agar efisiensi waktu tetap menjadi prioritas, mengingat jam istirahat siswa yang terbatas.

"Mungkin bisa diatur dengan memperbanyak meja pelayanan, misalnya satu meja untuk satu kelas, agar prosesnya tetap cepat,” sarannya.

Dengan langkah perdana di SMKN 1 Koto Baru ini, SPPG Panji Dara Jingga menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul melalui asupan gizi yang seimbang dan terjamin kualitasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title