BNPB Percepat Pembangunan Huntap Tapanuli Utara, Ground Breaking Digelar Minggu Besok
Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan jangka panjang yang aman dan berkelanjutan.
BNPB kini menitikberatkan upaya pada penguatan administrasi dan validasi data calon penerima bantuan. Proses verifikasi ini krusial agar pembangunan hunian tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan teknis bangunan tahan gempa.
Sebagai acuan teknis, BNPB telah memantau pembangunan rumah contoh di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Rumah contoh ini berfungsi sebagai standar bangunan yang layak dan aman dari risiko bencana, sekaligus sarana sosialisasi bagi masyarakat.
Berdasarkan data pemetaan, pemerintah telah mengidentifikasi kebutuhan 5.974 rumah rusak berat. Selain itu, rencana pembangunan Hunian Sementara (Huntara) sebanyak 2.524 unit kini memasuki tahap identifikasi lahan di wilayah Tapanuli Tengah dan Langkat.
Khusus untuk Tapanuli Utara, agenda besar akan segera dilaksanakan. Ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan hunian dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada Minggu besok.
Di sisi lain, BNPB melaporkan penanganan darurat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara masih terus diintensifkan. Hingga Jumat (19/12), data mencatat Warga Hilang sebanyak 71 orang (masih dalam pencarian tim SAR di empat sektor krusial).
Infrastruktur, 362 titik gangguan telah diidentifikasi. Koridor Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batangtoru masih memerlukan penanganan intensif. Dan, logistik, 9,69 ton bantuan pangan dan sanitasi telah didistribusikan hingga Jumat kemarin.