“Open to Work” Disalahpahami? Ini Penjelasan Makna dan Sikap Prilly Latuconsina
Padang - Istilah “Open to Work” kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan Prilly Latuconsina di LinkedIn memicu beragam tanggapan.
Secara bahasa, “Open to Work” berarti terbuka terhadap pekerjaan atau peluang profesional.
Di LinkedIn, label ini lazim digunakan untuk memberi sinyal bahwa seseorang siap menerima tawaran kerja, proyek, maupun bentuk kolaborasi lainnya.
Perdebatan muncul karena dalam konteks sosial, “Open to Work” kerap diasosiasikan dengan kondisi pencari kerja yang sedang membutuhkan pekerjaan.
Ketika istilah tersebut digunakan oleh figur publik yang telah dikenal luas dan dianggap mapan, sebagian warganet menilai maknanya menjadi sensitif dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Menanggapi hal tersebut, Prilly Latuconsina menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Ia menegaskan bahwa penggunaan istilah “Open to Work” tidak dimaksudkan untuk meremehkan pencari kerja, melainkan sebagai bentuk keterbukaan terhadap peluang dan kerja sama profesional.
Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai respons atas perbedaan pemaknaan yang berkembang di ruang publik.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa istilah profesional tidak hanya dipahami secara bahasa, tetapi juga memiliki dimensi sosial.
Penggunaan label seperti “Open to Work” di ruang digital perlu mempertimbangkan konteks dan audiens agar pesan yang disampaikan tidak menimbulkan tafsir yang keliru.