Identitas Terungkap, Pasangan Mesum di Taksi Online Segera Dipanggil Polisi
- Istock Photo
Padang – Polsek Kebayoran Lama telah mengantongi identitas sepasang kekasih yang diduga melakukan tindakan asusila alias mesum di dalam kabin taksi online hingga viral di media sosial.
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Muhammad Kukuh Islami, menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi pemesan layanan transportasi daring tersebut.
Langkah selanjutnya, penyidik akan melayangkan panggilan kepada keduanya untuk dimintai klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut terkait perbuatan yang memicu kegaduhan publik tersebut.
Kejadian yang terekam kamera dasbor (dashcam) ini bermula saat pasangan tersebut menempuh perjalanan dari Jakarta Pusat menuju kawasan Cipulir, Jakarta Selatan.
Video yang beredar luas memperlihatkan perilaku tidak pantas di kursi belakang yang membuat netizen geram.
Selain mengidentifikasi pelaku, polisi juga telah memeriksa sopir taksi online berinisial AR sebagai saksi kunci untuk mendalami kronologi lengkap insiden yang mencederai etika penggunaan transportasi umum tersebut.
Berdasarkan keterangan AR, kecurigaan muncul saat ia melihat gerak-gerik penumpang melalui spion tengah yang menunjukkan posisi tidak wajar dan pakaian yang tidak beraturan.
Meski sang sopir mengaku telah menegur berkali-kali dengan cara menggeser spion hingga memberikan teguran lisan, pasangan muda-mudi tersebut dilaporkan tetap tidak bergeming.
Pengakuan sopir ini menjadi salah satu landasan kuat bagi kepolisian untuk menentukan apakah ada unsur pelanggaran hukum pidana asusila dalam kasus ini.
Buntut dari kejadian memalukan tersebut, pihak aplikator taksi online langsung mengambil tindakan tegas dengan memblokir akun penumpang yang bersangkutan secara permanen.
Langkah administratif ini diambil sebagai bentuk penegakan aturan dan komitmen perusahaan dalam menjaga kenyamanan serta keamanan mitra pengemudi.
Perusahaan menekankan bahwa ruang publik, meskipun dalam layanan daring, tetap memiliki batasan etika yang wajib dihormati oleh setiap pengguna.
Hingga saat ini, penyelidikan kepolisian masih terus bergulir untuk menentukan sanksi hukum yang tepat bagi kedua terduga pelaku.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga norma kesopanan di ruang publik.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berperilaku, terutama di lingkungan yang melibatkan interaksi dengan penyedia jasa layanan transportasi.