Antisipasi Lahar Dingin Marapi, Proyek Sabo Dam Tanah Datar Mulai Dibangun
- Prokopim Setda Tanah Datar
Padang – Upaya perlindungan warga dari ancaman banjir lahar dingin Gunung Marapi memasuki babak baru. Pemerintah secara resmi melaksanakan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Sabo Dam di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Rabu (4/3). Peresmian ini menandai dimulainya proyek infrastruktur vital untuk mitigasi bencana di kawasan tersebut.
Pembangunan Sabo Dam ini merupakan respons cepat pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas rentetan bencana banjir lahar yang melanda pemukiman warga beberapa waktu lalu. Struktur ini dirancang khusus untuk menahan, menampung, dan mengendalikan aliran material vulkanik agar tidak langsung menghantam kawasan penduduk. Pembangunan yang dilaksanakan oleh Kontraktor Subur Berkah KSO dengan dana sebesar Rp249,8 Miliar dibagi dalam 3 tahun pelaksanaan direncanakan selama 739 hari kerja dimulai dengan Ground Breaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo, Selasa (3/3/2026) di Nagari Sungai Jambu Kecamatan Pariangan.
Dimana Sabo Dam merupakan bangunan yang bermanfaat sebagai pengendali lahar atau sedimen di kawasan Gunung Marapi tahap I akan dilaksanakan 2025 sampai 2027.
Untuk Kabupaten Tanah Datar direncanakan bakal di bangun 5 Sabo Dam yakni 3 unit di Batang/Sungai Malana, 2 Unit di Batang/Sungai Anai dan 1 unit Series River Training Works di Sungai Batang Pagu-pagu Kecamatan X Koto. Sedangkan Kabupaten Agam sebanyak 3 unit Sabo Dam di Batang/Sungai Katik.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan ground breaking atau peletakan batu pertama yang menjadi pertanda pembangunan Sabo Dam akan dimulai.
"Alhamdulillah, dari 40 usulan yang dibutuhkan Tanah Datar, Pemerintah Pusat menyetujui 6 Sabo Dam, dimana hari ini dilaksanakan seremonial dimulai pembangunannya, atas nama masyarakat Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI melalui Kementrian PU dipimpin pak Menteri Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komisi Komisi IV pak Andre Rosiade dan juga anggota DPR RI Komisi V bapak Zigo Rolanda serta pihak terkait lain," ujarnya.
Pemerintah daerah menyambut baik dimulainya proyek ini. Kehadiran Sabo Dam diharapkan mampu memulihkan rasa aman masyarakat sekaligus mendukung pemulihan ekonomi daerah yang sempat terdampak bencana. Warga pun diminta untuk terus mendukung kelancaran proses konstruksi agar selesai tepat waktu sesuai jadwal yang direncanakan.
Pembangunan tahap pertama ini diprediksi akan memakan waktu beberapa bulan ke depan. Selain fungsi mitigasi, keberadaan Sabo Dam di masa depan juga berpotensi dikembangkan sebagai area cadangan air bagi pertanian warga sekitar di saat musim kemarau.
Turut hadir Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmantias, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Forkopimda Tanah Datar dan Padang Panjang, Sekda Tanah Datar Abdurrahman Hadi, TP4D, Staf Ahli Bupati, Asisten, kepala OPD, BUMN dan BUMD serta undangan lainnya.
Dengan dimulainya groundbreaking ini, komitmen sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana di Sumatera Barat semakin nyata. Fokus utama saat ini adalah memastikan pengerjaan berjalan sesuai standar keamanan yang ketat mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di sekitar lereng Gunung Marapi.