Kominfo Tanah Datar Bekali Pelajar Literasi Digital
- Kominfo Tanah Datar
Padang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tanah Datar terus berupaya membentengi generasi muda dari dampak negatif dunia siber. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan literasi digital yang digelar bagi ratusan pelajar di SMP Negeri 5 Batusangkar pada Jumat (6/3/2026).
Bertempat di Mushola SMPN 5 Batusangkar, kegiatan ini berlangsung khidmat namun interaktif. Program ini bertujuan utama untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran para siswa dalam menggunakan teknologi dan internet agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya arus informasi saat ini.
Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar, Dedi Tri Widono, hadir langsung sebagai pemateri utama. Dalam paparannya di depan para siswa dan guru, ia menekankan bahwa definisi literasi digital seringkali disalahpahami oleh masyarakat luas, terutama kalangan remaja.
"Literasi digital itu tidak hanya sebatas kemampuan teknis menggunakan perangkat seperti ponsel pintar, komputer, atau sekadar bisa mengakses internet. Lebih dari itu, literasi digital adalah kemampuan untuk memahami, menilai, memverifikasi, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh di dunia digital secara tepat dan benar," tegas Dedi Tri Widono.
Ia menambahkan, di era banjir informasi saat ini, pelajar sangat rentan terpapar konten negatif seperti hoaks, perundungan siber (cyber bullying), hingga judi online. Oleh karena itu, kemampuan untuk memfilter informasi sebelum membagikannya (saring sebelum sharing) menjadi keterampilan wajib yang harus dimiliki setiap individu.
Selain aspek teknis dan keamanan, penyuluhan ini juga menyoroti pentingnya etika berkomunikasi di media sosial. Dedi mengingatkan bahwa jejak digital bersifat abadi dan dapat memengaruhi masa depan para siswa, baik dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun di dunia kerja nantinya.
"Kami ingin adik-adik di SMPN 5 Batusangkar menjadi generasi yang cerdas digital. Artinya, kalian tahu mana konten yang bermanfaat untuk edukasi dan mana yang merugikan. Gunakan internet untuk kreativitas dan belajar, bukan untuk menyebar kebencian," lanjutnya.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif dari Dinas Kominfo ini. Mengingat sebagian besar siswa saat ini hampir tidak bisa lepas dari gadget dalam keseharian mereka, bimbingan langsung dari otoritas terkait dianggap sangat krusial untuk mencegah penyalahgunaan teknologi di lingkungan sekolah.