Lebaran di Balik Nozzle: Kisah Operator SPBU Pertamina yang Rela Tunda Mudik Demi Kelancaran Arus Balik
- Humas Pertamina Patra Niaga Sumbagut
Padang – Perayaan Idulfitri 1447 H selalu menjadi momen hangat untuk berkumpul bersama keluarga tercinta.
Namun, di balik keriuhan arus mudik dan balik Lebaran 2026, ada ribuan "pahlawan tak terlihat" yang memilih tetap tegak berdiri di garda terdepan.
Mereka adalah para operator SPBU Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang tetap siaga melayani kebutuhan energi masyarakat tanpa jeda.
Demi memastikan perjalanan masyarakat tidak terhambat, Pertamina Sumbagut menyiagakan sedikitnya 296 SPBU yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Titik-titik ini tersebar strategis di sepanjang jalur utama mudik, kawasan wisata, hingga pusat kota dengan mobilitas tinggi.
Operasional nonstop ini mustahil terwujud tanpa dedikasi para operator yang tetap bertugas, bahkan saat takbir kemenangan berkumandang.
Bagi para operator ini, makna Lebaran tahun ini sedikit berbeda. Di saat orang lain memacu kendaraan untuk pulang ke kampung halaman, mereka justru sibuk memegang nozzle untuk mengisi tangki bahan bakar para pemudik.
Salah satunya adalah Khairuna Silvia, operator di SPBU 11.201.101 Medan, yang memilih tetap masuk kerja demi tugas mulia ini.
“Jujur, ada rasa rindu yang besar untuk berkumpul dengan keluarga di rumah saat hari raya. Tapi bagi kami, melayani masyarakat yang sedang menempuh perjalanan jauh adalah tanggung jawab yang utama. Kami sudah terbiasa berbagi waktu agar layanan di SPBU tidak terputus,” ungkap Khairuna.
Peran operator SPBU selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) memang sangat krusial.
Mereka bukan sekadar pengisi BBM, melainkan wajah terdepan Pertamina yang seringkali menjadi tempat bertanya atau meminta bantuan bagi pemudik yang mengalami kendala di lapangan. Keramahan dan kesigapan mereka menjadi kunci kenyamanan perjalanan masyarakat.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, I Gusti Bagus Suteja, mengakui bahwa keandalan pasokan energi tahun ini adalah buah dari kerja keras tim di lapangan.
Ia memuji dedikasi para operator yang tidak mengenal lelah menjaga infrastruktur distribusi tetap optimal selama masa puncak arus mudik dan balik.
“Keberhasilan layanan energi selama Lebaran ini adalah hasil kerja kolektif, terutama rekan-rekan operator yang menjadi ujung tombak di lapangan. Berkat mereka, kami bisa menjamin masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tenang tanpa khawatir kehabisan bahan bakar di tengah jalan,” ujar Suteja.