Densus 88 Turun Tangan Selidiki Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang

Densus 88 Antiteror Polri turun tangan ikut mendalami kasus ledakan yang terjadi di MAN 3 Padang
Sumber :
  • IST

Padang – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan ikut mendalami kasus ledakan yang terjadi di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN 3) Balai Gadang, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat. Peristiwa yang mengejutkan warga sekolah tersebut kini sedang dalam penanganan intensif oleh tim penyidik penegak hukum.

img_title Ratusan Pelajar PAUD hingga SLTP Semarakkan Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Padang Panjang

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa insiden ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah mendengar suara ledakan, pihak keamanan sekolah langsung melakukan penyisiran di area sekitar sumber suara. Di lokasi tersebut, petugas keamanan menemukan benda mencurigakan yang diduga kuat merupakan bom rakitan. Pihak sekolah kemudian bergerak cepat melaporkan temuan tersebut ke kepolisian setempat.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," ujar Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam keterangan tertulisnya.

img_title Hendak Memancing, Lansia di Padang Ditemukan Meninggal di Muaro Lasak

Menindaklanjuti temuan barang-barang berbahaya tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan pengamanan di area sekolah. Polisi mengamankan salah seorang pelajar pria berinisial R yang baru menginjak usia 17 tahun. Pelajar tersebut diduga kuat merupakan pemilik dari seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil interogasi sementara, pelaku diduga telah merencanakan aksi ini dengan menargetkan sasaran tertentu di lingkungan sekolah. Kendati demikian, pihak kepolisian belum mau terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai target utama dari aksi teror fajar ini.

img_title Pengantar Es Kristal di Padang Diserang Samurai Saat Bekerja, Polisi Buru Pelaku

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," tutur Mayndra menambahkan.

Lebih lanjut, Mayndra mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai rekam jejak aktivitas digital pelaku. Dari hasil pemeriksaan awal, remaja berinisial R tersebut mengaku mempelajari tutorial pembuatan bahan peledak secara otodidak melalui platform daring. Mirisnya, aksi nekat ini dipicu oleh sisa-sisa euforia aksi teror serupa yang terjadi di ibu kota setahun sebelumnya.

"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title