Pemko Padang Dukung Gerakan Sosial Paskas Lewat Program Smart Surau
- Humas Kota Padang
Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran membuka secara resmi Jambore Keluarga Pasukan Amal Soleh (Paskas) se-Sumatera di Sungrilla Outbound Camp, Jumat malam (21/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Paskas Wilayah Sumatera Pulang Basamo, Memperkuat Syiar, Silaturahmi dan Kolaborasi” ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Sumatera, mulai dari Aceh, Lampung, hingga Bangka Belitung, dan berlangsung selama tiga hari pada 21–23 Agustus 2026.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kota Padang, di antaranya Kabag Prokopim Junie Nursyamza, Plt. Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Ketua Panitia Jambore Paskas se-Sumatera Alit Danish, serta jajaran pengurus Paskas Wilayah Sumatera I dan II.
Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Paskas karena telah memilih Kota Padang sebagai tuan rumah penyelenggaraan ajang berskala regional ini. Ia memuji kiprah nyata Paskas yang selama ini konsisten membantu masyarakat kurang mampu melalui berbagai gerakan sosial yang inspiratif.
Fadly menambahkan, berbagai kegiatan mulia yang diinisiasi oleh Paskas sejalan dengan visi dan semangat Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pendidikan agama Islam di tengah masyarakat. Salah satu program unggulan yang diselaraskan dengan misi tersebut adalah Program Unggulan Smart Surau.
"Kami mengapresiasi sumbangsih yang telah diberikan oleh Paskas kepada anak-anak yang saleh dan salehah, para hafiz dan hafizah di berbagai daerah di Indonesia. Semoga ibadah yang telah Bapak/Ibu lakukan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda," ujar Fadly Amran di hadapan ratusan peserta jambore.
Lebih lanjut, Fadly menjelaskan bahwa melalui implementasi Program Smart Surau, Pemko Padang secara aktif mendorong generasi muda untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid maupun musala terdekat. Seluruh aktivitas keagamaan pelajar tersebut kini dipantau secara ketat menggunakan sistem digital berbasis teknologi.
"Alhamdulillah, saat ini sekitar 30 hingga 60 ribu pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Padang sudah melaksanakan salat Subuh berjamaah secara rutin. Pelaksanaannya kami monitoring melalui sistem barcode. Bahkan, saat ini juga sedang disiapkan penerapan sistem face recognition sebagai pemutakhiran dari sistem barcode tersebut," jelasnya lebih lanjut.