Jalan Payakumbuh-Sitangkai Sepanjang 9,5 Kilometer Selesai Dibangun dengan APBN
- Dokumen Istimewa
Padang – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, bersama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat, Elsa Putra Friandi, turun langsung meninjau ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai di Jorong Bulakan, Nagari Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (22/8). Kehadiran infrastruktur yang dinanti-nantikan ini kini sudah rampung sepenuhnya dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Ruas jalan strategis sepanjang 9,5 kilometer tersebut dibangun dengan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 68 miliar. Pendanaan proyek ini berasal dari program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Andre Rosiade menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan fisik jalan tersebut. Menurutnya, rampungnya proyek ini menjadi kabar gembira bagi warga setempat yang selama bertahun-tahun harus berjibaku melewati jalur dalam kondisi rusak parah, berlubang, dan berlumpur.
"Alhamdulillah sudah selesai, sudah mulus. Masyarakat sudah bisa menikmati jalan ini dengan aman," ujar Andre di lokasi peninjauan.
Ia menegaskan, realisasi proyek ini merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat. Pemerintah pusat berkeinginan agar Ranah Minang terus berkembang melalui alokasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) via Balai Jalan Nasional.
Tidak berhenti di situ, Andre mengungkapkan bahwa pemerintah berencana melanjutkan pembangunan tahap berikutnya. Setelah ruas Payakumbuh-Sitangkai tuntas, pengerjaan akan menyasar jalur Sitangkai menuju Guguk Cino, serta sambungan dari Guguk Cino menuju Bukit Gombak di Batusangkar. Untuk segmen lanjutan sepanjang 3,3 kilometer ini, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 36,5 miliar.
"Insyaallah kalau lancar, November atau akhir tahun ini kita bisa memulai pekerjaan konstruksi dari Sitangkai ke Guguk Cino maupun Guguk Cino menuju Bukit Gombak di Batusangkar," jelas politisi Partai Gerindra tersebut.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menambahkan bahwa pemilihan spesifikasi teknis menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement didasarkan pada karakteristik wilayah yang memiliki kondisi tanah berat serta rawan genangan air. Peningkatan lebar jalan dari semula empat meter menjadi enam meter dengan ketebalan beton mencapai 30 sentimeter juga dipersiapkan agar mampu menahan beban kendaraan berat sesuai standar Muatan Sumbu Terberat (MST) hingga delapan ton.