DLH Sumbar dan Dharmasraya Cek IPAL PT DSL dan HKI Soal Sungai Batang Siat Hitam
- Diskominfo Dharmasraya
Padang – Tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat bersama DLH Kabupaten Dharmasraya turun langsung melakukan verifikasi lapangan serta pengujian teknis terhadap aliran Sungai Batang Siat dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik dua perusahaan kelapa sawit, yakni PT Damasraya Sawit Lestari (DSL) dan PT Hamparan Kemilau Indah (HKI).
Langkah tegas ini diambil sebagai tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak, yang mengeluhkan kondisi air Sungai Batang Siat yang berubah warna menjadi kehitaman. Dugaan kuat mengarah pada potensi pencemaran akibat aktivitas pengolahan kelapa sawit di wilayah hulu sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya, Novandri Rismi, menjelaskan bahwa aduan awal diterima pihak pemerintah daerah pada 13 Agustus 2026 lalu melalui pesan singkat WhatsApp serta pemberitaan di berbagai media daring.
“Pada 13 Agustus, tim DLH Kabupaten sudah turun melakukan verifikasi awal dan mengambil sampel air Sungai Batang Siat. Dan besoknya kami langsung mengajukan permohonan Pelaksanaan Verifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut kepada DLH Provinsi Sumbar,” ujar Novandri di Pulau Punjung, Senin (31/8/2026).
Merespons permohonan tersebut, tim DLH Provinsi Sumatera Barat diterjunkan untuk mengawal verifikasi intensif selama empat hari penuh, terhitung sejak Sabtu (29/8/2026) hingga Selasa (1/9/2026). Dalam pelaksanaan pengawasan lingkungan ini, tim gabungan menelusuri aliran sungai secara detail. Penelusuran dimulai dari titik awal perairan yang dilaporkan warga berwujud kehitaman, lalu bergerak menyisir ke kawasan hulu.
Fokus pemeriksaan tidak hanya tertuju pada badan air sungai, tetapi juga mencakup inspeksi mendalam terhadap kolam penampungan dan sistem pengolahan limbah milik PT DSL dan PT HKI. Kedua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tersebut beroperasi di area hulu dari lokasi dampak yang dikeluhkan warga.
“Tim bersama-sama melakukan verifikasi dan pengecekan mulai dari titik awal laporan masyarakat, kemudian menelusuri aliran sungai ke arah hulu. Tim menelusuri kondisi sungai dan juga kolam-kolam IPAL pada dua PKS, yaitu PT DSL dan PT HKI,” kata Novandri menambahkan.
Pemeriksaan komprehensif ini dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kualitas perairan Sungai Batang Siat serta kepatuhan tata kelola limbah pada unit pengolahan milik masing-masing perusahaan. Novandri memastikan petugas yang diterjunkan merupakan personel berlisensi yang mengantongi sertifikasi dan kompetensi resmi di bidang pengawasan lingkungan hidup.