Kampus Unand Bakal Dijadikan Pusat Evakuasi Bencana Tsunami
Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi merekomendasikan dua langkah strategis kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), untuk meminimalisir risiko bencana tsunami di wilayahnya sebagai bentuk mitigasi.
Rekomendasi tersebut adalah, menjadikan Universitas Andalas (Unand) sebagai lokasi utama evakuasi akhir dan menjadikan rumah sakit Unand sebagai penyangga RSUP M. Djamil dalam penanganan korban apabila bencana itu datang.
"Kita menilai area kampus Unand layak untuk dijadikan lokasi evakuasi akhir jika seandainya terjadi bencana tsunami. Termasuk rumah sakitnya, juga kita rekomendasikan ke BNPB untuk penyangga RSUP M. Djamil," ujar Mahyeldi dikutip dari keterangan resminya, Sabtu 10 Mei 2025
Menurut Mahyeldi, meski tidak seorang pun yang dapat memastikan kapan terjadinya bencana, selaku pemerintah tentu perlu tetap menyiapkan langkah mitigasi. Tujuannya, agar resiko yang timbgul, dapat diminimalisir.
"Untuk itu mitigasi bencana harus terus ditingkatkan dan diperkuat," kata Mahyeldi.
Mahyeldi bilang, rekomendasi ini disambut baik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Saat melakukan kunjungan ke Sumbar beberapa hari lalu, Suharyanto menilai Unand sangat layak dari segi geografis dan fasilitas.
Kata Mahyeldi, Letjen TNI Suharyanto menilai bahwa selain berada di daerah ketinggian, rumah sakit Unand juga memiliki peralatan mumpuni dan tenaga medisnya yang handal.
BNPB kata Mahyeldi, serius dalam mitigasi bencana di seluruh Indonesia, termasuk Sumbar. Bahkan, akan segera menindaklanjuti usulan kita dengan kerjasama yang mencakup kesehatan, penyediaan peralatan, fasilitas, dan penyelamatan korban tsunami.
"Paka Suharyanto, juga berharap sinergitas pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mitigasi bencana terus ditingkatkan,"tutup Mahyeldi.